-
21
May
Menurut hasil survey, hasil polling untuk daerah Bandung saja sekitar 10% remaja sudah melakukan seks pranikah. Sekitar 50% dari remaja puteri pelaku seks hamil, dan 90% diantaranya melakukan aborsi. Sungguh angka yang cukup mengerikan.
Data diatas mengindikasikan bahwa skes bebas sudah menjadi hal yang dianggap biasa bagi sebagian remaja. Seks pranikah sudah tidak lagi dianggap tabu. Dengan berbagai alasan tidak ilmiah semacam karena tuntutan jaman, asalkan suka sama suka, dan sebagainya.
Hal lain penyebab semua ini diantaranya adalah televisi. Suka atau tidak suka bahwa televisi berperan besar karena tayangan-tayangan yang tidak mencerminkan budaya ketimuran, apalagi masalah religi. Dan tentunya juga karena kurangnya pendidikan agama. Dimana di jaman sekarang ini, orang tua lebih cemas melihat anaknya belum dapat kerja dibandingkan mendapatkan pendidikan agama yang cukup. Hal ini terus berlanjut dari generasi ke generasi berikutnya.
Menurut Islam, zina adalah perbuatan dosa yang masuk kategori dosa besar. Allah berfirman :
Dan ja-nganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” [Q.S. Al-Israa’:32]
Mereka bahkan tidak sadar akan kelanjutan masa depannya. Karena Allah berfirman juga bahwa
Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin.” [An-Nuur : 3]
Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rizki yang mulia (Surga).” [An-Nuur : 26]
Dalam ayat memperlihatkan bahwa hukum Allah benar-benar adil, dimana pasangan kita sebenarnya adalah cerminan dari diri kita sendiri, jikalau kita baik maka insya Allah kita juga akan mendapat pasangan yang baik pula. Namun apabila keduanya telah bertaubat dengan taubat yang nashuha (benar, jujur dan ikhlas) dan masing-masing memperbaiki diri, maka boleh dinikahi. Karena itulah, bila kita sampai terjerumus ke dalam perkara rusak tersebut, maka cepatlah bertaubat kepada Allah. Dan ingat, awas bahaya KTM (Kawin Tanpa Menikah)
none
) pasti sudah pada kenal dan mungkin sudah pada praktek pacaran. (Wong aku juga pernah koq
). Dan tidak sedikit pula, anak SD pun, sudah mengenal dan mempraktekan hal yg satu ini. Gak tau dari mana mereka tau, cuman kayaknya seeh dari tv. Karena klo kita mau melihat umur, tentunya anak sekecil itu gak semestinya udah tau.
), tentunya banyak keluar modal khan?? Padahal, klo modal itu mau kita alokasikan ke hal2 yg lebih produktif, wah banyak tuh untungnya. Cuman, klo dialokasikan untuk pacaran, mestinya seorang cowok berani ngomong gini (minimal dalam hari), “Siapa lo, istri bukan, saudara bukan, eh banyak mintanya lo”. Cuman mungkin, kebanyakan dari kita mikirnya gini, “Skrg gw keluar modal, nanti lo gw yg balik minta jatah” (Ups!
).