Penulis : MHM
“Sungguh pada (diri) Rasulullah itu terdapat suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab:21)

Firman Allah di dalam Al Quran surah al-Ahzab ayat 21 tersebut memberitahukan bahwa idola setiap Muslim (termasuk remajanya) adalah Nabi Muhammad SAW. Sebab beliau merupakan panutan yang sempurna (uswatun hasanah). Remaja Muslim di Indonesia seharusnya mempelajari sejarah hidup panutan
umat ini, agar dapat mengidolakannya.

Tetapi sayang, sebagian besar remaja yang beragama Islam di Indonesia tidak menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai idola mereka tetapi justru para public figure, selebritis yang pada umumnya hidup serba glamour dan berhura-hura.

Sebagai contoh, ketika KH Fakhruddin HS (tokoh dan pemuka Islam, Ketua Umum PP Muhammadiyah) meninggal, meninggal pula Nike Ardilla, selebritis remaja yang sedang naik daun pada waktu itu, media massa baik di ibukota
maupun daerah sedikit saja memberitakan meninggalnya ulama dan tokoh Islam itu, sebaliknya berita tentang meninggalnya Nike Ardilla memenuhi haiaman Koran, tabloid, majalah serta tayangan di televisi. Salah satu
penyebabnya mungkin karena Nike Ardilla merupakan idola kaum remaja, termasuk yang beragama Islam.

Contoh lain lagi, setelah API (Akademi Fantasi Indonesia) sukses, pemenangnya langsung menjadi idola
remaja, dalam hal ini Fery dan Mawar. Tak selang lama, muncul pula Indonesian Idol yang melahirkan idolalain, yaitu Delon dan Joy. Tak ketinggalan, KDI (Kontes Dangdut Indonesia) melahirkan pula idola lain, di antaranya Aan dan Siti.

Makin Kabur

Program-program sejenis pun bermunculan dalam berbagai bentuk dan variasi. Tak hanya di bidang tarik suara, bisnis ini juga merambah ke dunia modeling dan akting. Anak-anak remaja (termasuk yang beragama Islam) pun “digarap”.
Misalnya lewat acara API Junior dan Bintang Cilik.

Demam “acara mencetak idola” itu tak sekadar menyedot perhatian remaja, tetapi juga para orang tua. Walhasil, semuanya ramai-ramai menikmati sajian yang membuat mereka mengidolakan bintang-bintang hasil remakaya televisi. Sebagai bukti dukungan, mereka mengirim SMS ke masing-masing idola. Hasilnya, sekitar 5 juta SMS yang dikirim untuk API 1 dan 8 jutaan untuk API II. Siapa dalam hal ini yang beruntung? Tentu perusahaan telepon seluler dan mitra usahanya.

Jangan heran jika seorang ABG mencoba bunuh diri, hanya gara-gara hobinya nonton API atau sejenis dihalangi kakaknya yang ingin menonton acara lain, Jutaan pemirsa rela duduk serius di rumah menonton tayangan yang membius itu. Yang melihat secara langsung, tua muda dan bocah cilik, histeris dan bergoyang sambil bernyanyi. Ketika proses eliminasi berlangsung, air mata pun menetes di mana-mana.

Berbeda dengan para remaja pada zaman Nabi. Air mata mereka menetes ketika membaca ayat-ayat Al Quran yang berisi wa’id fancaman azab neraka). Karena hati belum terisi iman yang substansial, maka remaja menjadi haus idola yang sekuler, yang lebih menampilkan aspek-aspek fisik seperti keren, gagah, ganteng atau cantik. Penonton dibuat terpesona dan rela mengirim SMS sebanyak-banyaknya, hanya agar idola mereka menang. Besoknya, remaja kebanjiran idola, yang sayangnya, terpilih bukan karena kualitas kepribadian atau keteladanan, melainkan hanya
karena mendapatkan respons via SMS paling banyak.

Antara Tuntunan dan Tontonan

Di sisi lain, sosok-sosok yang menampilkan keteladanan begitu langka. Figur-figur tertentu yang seharusnya menjadi teladan, nyatanya lebih tampak sebagai selebritis. Lebih menjadi tontonan di panggung ketimbang tuntunan dalam kehidupan sehah-hari, Maka kaum remaja perlu memahami hakikat idola dan teladan. Keduanya seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Orang yang tak patut diteladani, pasti tak layak dijadikan idola. Pertanyaannya kemudian, mau dibawa ke mana remaja umat ini? Siapa yang bertanggung jawab terhadap nasib umat yang, sadar atau tidak, perlahan makin terperosok ke jurang kehancuran? Mengapa orang lebih suka mencetak idola daripada keteladanan?

Dibutuhkan langkah-langkah cepat dan segera untuk menyelamatkan umat dari salah memilih figur. Hasilnya memang tak bisa dinikmati dalam waktu dekat. Menghadirkan sosok-sosok panutan jauh lebih sulit. Seperti halnya merusak jauh lebih mudah ketimbang membangun, Melahirkan figur teladan lebih banyak tantangan dan kendalanya. Kondisi ini pulalah yang hendaknya makin mendorong kesungguhan dan keseriusan dalam menggarap proyek-proyek keumatan, yang salah satunya adalah mencetak sosok-sosok teladan.

Analoginya sederhana. Kalau para pengusung kemungkaran sangat serius melakoni pekerjaan mereka, lantas mengapa kita yang bekerja pada proyek kebajikan begitu malas dan asal-asalan? Padahal, makin giat musuh umat menebar maksiat, mestinya kita makin giat menebar makruf secara konkret di tengah masyarakat.

Banjir idola hura-hura tetapi kering keteladanan membuat generasi muda kita kian lemah di berbagai lini. Lemah iman, lemah hati, lemah akhlak, lemah kemauan dan lemah kreativltas. Hasilnya lihat saja. Banyak remaja yang ingin cepat terkenal dan jadi idola, meski untuk itu rambu-rambu akhlak pun ditabrak!

Tak Berputus Asa

Betapa pun, kita punya Rasulullah SAW yang menjadi teladan sepanjang zaman. Bukan hanya umat Islam yang mengidolakannya, Banyak cendekiawan yang meskipun tidak memeluk Islam menyanjung Muhammad SAW laiknya idola. Michael H Hart, seorang penulis Barat, bahkan menempatkan Muhammad sebagai sosok yang paling mempengaruhi sejarah dan peradaban dunia.

Terdapat juga banyak sahabat Rasulullah ridhwanullahi ‘alaihim yang berjuang menegakkan kebenaran.

Jejak perjuangan mereka terekam indah dalam sirah (biografi). Sayangnya, buku-buku sirah yang banyak memuat contoh hidup indah dan berkualitas dari Rasulullah SAW dan para sahabat tak begitu diminati. Ulama yang merupakan pewaris para Nabi tak begitu laris diikuti.

Namun demikian, kita tak boleh berputus asa. Upaya membina remaja agar mengidolakan Nabi-Muhammad SAW harus tetap dilakukan. Caranya, intensifkan kembali pembinaan terhadap bocah-bocah dan ABG. Baik yang ada di sekolah, di rfjma’h dan di sekitar kita. Termasuk remaja yang pendidikannya terlantar, baik oleh kemiskinan ataupun oleh orangtua mereka yang kelewat sibuk sehingga lalai dari tanggungjawab mendidik anak sendiri.

none

Oleh: Syaikh Ali Bin Abdul Khaliq al-Qorny

Ukhti (Saudariku) Muslimah,

Sesungguhnya kebahagiaan itu semuanya ada dalam ketaatan kepada Allah .
Kebahagiaan seluruhnya ada di dalam meniti di atas manhaj (jalan) Allah dan
di jalan Rasulullah, Allah berfirman:

Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah
mendapat kemenangan yang besar. (Al-Ahzab: 71)

Sesungguhnya kesengsaraan (kemalangan) seluruhnya ada dalam kemaksiatan
kepada Allah dan kebinasaan seluruhnya ada pada selain manhaj Allah dan
Rasul-Nya, Allah berfirman:

Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya ia telah
sesat, dengan kesesatan yang nyata. (Al-Ahzab: 36)

Saudariku Muslimah,

Allah telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat kedudukanmu. Tidak ada
ajaran manapun yang lebih tinggi mengangkat derajat wanita selain ajaran
Islam. Bahkan Allah banyak menurunkan hukum-hukum yang khusus berkenaan
dengan masalah wanita di dalam kitab-Nya yang mulia. Sedangkan sebelum
Islam, wanita dijadikan barang dagangan yang murah dan hina, bagaikan
perhiasan yang tidak ada nilainya. Hina di mata walinya, hina di mata
keluarganya, serta dihina kan oleh masyarakat. Oleh karena itu terkadang ia
diperlakukan seperti binatang, bahkan perlakuan mereka terhadap binatang
lebih baik daripada memperlakukan wanita.

Sesungguhnya engkau, wahai saudariku muslimah, tidak akan mendapatkan
kemuliaan kecuali dalam agama ini, maka berpegang teguhlah (dalam agama ini)
dan dengarkanlah firman Allah yang telah menceritakan kisah orang terdahulu,
mestilah engkau selalu mengingatnya agar engkau memuji Allah atas kenikmatan
yang engkau dapatkan.

Allah berfirman:

Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak
perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia
menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang
disampaikan kepadanya. Apakah ia akan memelihara dengan menanggung kehinaan,
ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ketahuilah,
alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. (An-Nahl: 58-59)

Saudariku Muslimah,

Sesungguhnya musuh-musuhmu banyak sekali, dan sesungguhnya orang yang ingin
me manfaatkanmu dalam upaya meruntuhkan agama, rasa malu dan keutamaan
banyak sekali, dan boleh jadi mereka itu dari kalangan kita sendiri.

Salah seorang dari mereka (musuh-musuh Islam) berkata: “Tidaklah keadaan
negeri Timur menjadi makmur melainkan apabila seorang pemudi melepaskan
hijabnya dan membenamkan (menguburkan) Al-Qur’an dengannya!”. Sesungguhnya
dengan hal itu mereka ingin mengeluarkanmu menuju kesengsaraan dan
kebinasaan, mereka mengajakmu menuju neraka Jahanam. Maka jika engkau
menyambut mereka, mereka akan melemparkanmu ke dalamnya. Mereka ingin agar
engkau menjadi wanita durhaka, yang berbuat fasiq dan membuka aurat.

Mereka berusaha menggiringmu. Mereka menunggumu dengan sangat sabar agar
engkau melepaskan abaya (pakaian muslimah) serta melepaskan hijab dengan
segala konsekuensinya, yaitu melepaskan keimanan, rasa malu dan kesucian,
kemudian engkau akan meninggalkan kewajiban-kewajiban lain nya. Pada saat
itu, perbuatanmu tersebut menyenangkan mereka (para musuh), mereka
mempermainkanmu seperti anak-anak bermain dengan bola, dan mereka
mempermainkanmu seperti anjing-anjing bermain-main dengan bangkai, semoga
Allah menjagamu dari mereka.

Saudariku Muslimah,

Buatlah mereka menjadi marah, dengan tidak memperhatikan mereka dan tidak
mendengar kan mereka, buatlah mereka menjadi bersedih dengan keteguhanmu
berpegang pada agama mu, dengan menjaga rasa malumu dan beriltizam
(berpegang teguh) dengan hijabmu.

Saudariku Muslimah,

Sesungguhnya sebagian wanita meggambar kan bahwa sufur adalah membuka muka
wanita saja, tidak…tidak ini saja. Sesungguhnya termasuk sufur adalah
pakaian yang ketat, yang pendek dan yang tipis. Sesungguhnya termasuk sufur
adalah memakai wangi-wangian ketika

keluar menuju tempat-tempat yang di dalamnya ada laki-laki. Sesungguhnya
termasuk sufur adalah memakai pantalon (celana panjang). Apakah engkau tidak
mendengar sabda Nabi :

Dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihat keduanya… (dan beliau
menyebutkan) : Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang, mereka
menyimpang dari jalan yang benar dan memperlihatkan kejelekan mereka kepada
orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring mereka tidak akan
memasuki surga, dan mereka tidak akan mendapatkan bau surga, sesungguhnya
bau surga tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim).

Para ulama berkata: makna para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang
adalah bahwa mereka memakai pakaian akan tetapi pakaian-pakaian itu ketat,
tipis atau tidak menutup seluruh badan.

Saudariku Muslimah,

Agamamu adalah bentengmu yang amat kokoh, (untuk) memelihara kesucian, rasa
malumu dan kemuliaanmu. Agamamu memerintahkanmu untuk berhijab dan memiliki
rasa malu. Kapan saja engkau meninggalkan perintah ini, maka engkau akan
ditimpa adzab Allah di akhirat sedangkan di dunia engkau menjadi mangsa
serigala-serigala manusia yang ingin mencuri kesucianmu agar engkau
merasakan kesusahan (kesedihan) sepanjang hidup. Akan tetapi sebagian akhwat
-semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka- telah mendengar seruan
serigala-serigala itu, tetapi malah bekerja untuk mereka.

Saudariku Muslimah,

Takutlah engkau kepada Allah dan laksanakanlah tugas-tugas yang Dia wajibkan
kepadamu. Apabila hatimu mengeras maka ingatlah bencana yang telah menimpa
orang lain. Engkau tidak tahu kapan bencana itu akan datang kepadamu,
sesungguhnya itu adalah maut yang pasti terjadi.

Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari
kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan
dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia
itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Ali-Imran: 185)

Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari di mana engkau diletakkan dalam
kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala
ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluk dalam keadaan tidak
memakai alas kaki, telanjang dan kebingungan. Matahari benar-benar akan
dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan dipanggil dengan namamu
diantara para makhluk untuk dihisab.

Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah Di mana persiapanmu wahai
wanita yang lalai Apakah mode-mode pakaian akan bermanfaat ketika itu Apakah
lagu, sinetron, film dan majalah-majalah (yang merusak) akan bermanfaat
Apakah barang-barang permata akan bermanfaat

Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun
selamanya. Yang bermanfaat hanyalah kebaikan-kebaikan, dan amal-amal shalih,
setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.

Ingatlah, bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang bercampur baur dengan
laki-laki. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang keluar (rumah) dalam
keadaan memakai wangi-wangian menuju pasar-pasar dan jalan-jalan.
Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang menawarkan dirimu untuk
berkhalwat (menyendiri) dengan laki-laki asing.

Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita
melainkan setan menjadi orang yang ketiga (diantara) keduanya.

Bertaqwalah kepada Allah wahai engaku yang mendidik anak-anakmu dengan
pendidikan yang tidak baik/ benar. Engkau tidak mengingatkan mereka dengan
ketaatan kepada Allah, tidak menasehati mereka dan tidak menunjukkan mereka
pada apa-apa yang dapat memberikan manfaat di dunia dan di akhirat.
Bertaqwalah kepada Allah dan jagalah dirimu dari menjadi barang mainan
orang-orang yang lemah iman. Bertaqwalah kepada Allahdan kembalilah pada
petunjuk sebelum datang suatu hari yang pada hari itu hati-hati dan
pandangan-pandangan (mata) dibalikkan. Ketahuilah bahwa adzab Allah sangat
keras, dan sesungguhnya engkau -demi Allah- tidak akan kuat merasakan adzab
neraka.

Sesungguhnya gunung-gunung jika dilewatkan pada neraka maka dia akan meleleh
karena kuatnya panas neraka. Maka dimana engkau wanita yang lemah
dibandingkan dengan gunung-gunung yang perkasa dan kokoh Sesungguhnya engkau
mampu bersabar atas rasa lapar dan hau, dan engkau mampu bersabar atas
bahaya. Akan tetapi demi Allah yang tidak ada ilah (sesembahan) selain Dia,
tidak ada kesabaran bagimu terhadap neraka. Ingatlah, mka selamatkanlah
dirimu dari neraka sebelum terlambat. Ketahuilah bahwa dunia ini pasti akan
berlalu dan akhirat adalah tempat yang kekal.

Semoga Allah memberimu taufiq kepada apa-apa yang dicintai dan diridhai
oleh-Nya, dan semoga Allah memberikan manfaat kepadamu dari apa-apa yang
engkau dengar dan engkau baca, dan semoga Allah menjadikannya sebagai
pendukung bagimu bukan sebagai bumerang atasmu.

Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad ,
keluarganya dan para sahabatnya seluruhnya.

Maraji’: as-Sunnah edisi 08/ Th V/ 1422H - 2001M

none

April Mop

Pada tanggal 1 April orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop, yang hanya berlaku pada tanggal 1 April, adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orang tua, saudara, atau sejenisnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop.

Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.

Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.

Tahukah anda, bahwa perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu, sesungguhnya berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan ???

April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487, atau bertepatan dengan 892 H. Sejak dibebaskan Islam pada abad ke- 8M oleh Panglima Thariq bin Ziyad,Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur.

Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Got dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur’an, namun bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol. Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al-Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai Pasukan Salib . Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.

Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan . Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granadadan berlayar meninggalkan Spanyol.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai
pasukan Salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka.

Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya. Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bias berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara Salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib segara membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat Kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.

Wahai saudara-saudariku sesama Muslim, sampai hatikah Anda semua merayakan April Mop sekarang ini, setelah mengetahui apa yang sebenarnya melatarbelakangi perayaan yang diadakan dunia Barat setiap tanggal 1 April itu ???
Semoga membuka mata hati kita & Allah SWT akan menjadi saksi bagi kita semua. Amin.

Al-Baqarah ( 2 ) : 120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Al-Maidah ( 5 ) : 51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa
diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Dari milis tetangga

none

MediaMuslim.Info - Akhir-akhir ini telah muncul sekelompok wanita yang menyimpang dari fitrah Alloh Subhanahu wa Ta’ala, padahal Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah
menciptakan manusia di atas fitrah itu. Mereka menunjukkan sifat yang
tidak sesuai dengan tabiat kewanitaan mereka, padahal Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah
menjadikan tabiat tersebut untuk membedakan dengan tabiat laki-laki.
Mereka menyangka bahwa mereka bisa berubah menjadi laki-laki dan
menjunjung dakwah emansipasi wanita yang kebablasan.

Akibatnya sekelompok wanita tersebut banyak menemui
kesulitan dan kesempitan, mereka mengalami problem fisik dan psikis,
menjadi wanita-wanita yang tersisihkan yang dibenci sekaligus menjadi
pelampiasan kemarahan suami dan anak-anak mereka.

Disamping
itu ada ancaman yang amat keras lagi bagi para wanita yang meyimpang
dari fitrah dan kodrat kewanitaan mereka serta menyerupai laki-laki
dalam hal berpakaian, penampilan, akhlak dan tindakan. Dalam sebuah
hadits shahih dari ibnu Abbas Radhiallaahu anhu dia berkata: “Rasululloh
Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melaknat laki-laki yang menyerupai
wanita dan wanita yang berpenampilan seperti laki-laki
” (HR: Al-Bukhari).

Laknat artinya terusir dan dijauhkan dari rahmat Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Hadits lain yang juga diterima dan Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu dia berkata: “Nabi
Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melaknat kaum laki-laki yang
berpenampilan seperti wanita dan wanita yang berpenampilan laki-laki”
(HR:
Al-Bukhari). Wanita yang berpenampilan seperti laki-laki artinya yang
meniru-niru laki-laki dalam berpakaian dan penampilan. Adapun meniru
dalam hal ilmu dan pemikiran maka hal itu terpuji.

Dari Salim Bin Abdullah dari bapaknya, dia berkata: “Telah bersabda Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam: “Ada
tiga golongan manusia yang tidak akan dipandang oleh Alloh Azza Wa
Jalla pada hari kiamat: Orang yang durhaka kepada orang tua, wanita
yang menyerupai laki-laki, dan Dayuts (orang yang tidak punya rasa
cemburu-red)”
(HR: An-Nasai)

Beberapa bentuk penyerupaan wanita terhadap laki-laki
Banyak
sekali bentuk penyerupaan wanita terhadap laki-laki. Masalah ini
tidaklah terbatas hanya dalam hal pakaian saja tetapi mencakup lebih
dari itu, diantara bentuk (penyerupaan) terhadap laki-laki yang sering
dilakukan oleh para wanita adalah:

  • Menyerupai
    laki-laki dalam hal berpakaian berupa memakai pakaian yang persis
    menyerupai pakaian laki-laki dan memakai celana panjang yang pada
    asalnya merupakan pakaian laki-laki dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa “Rasullulloh
    Shallallaahu alaihi wa Sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian
    wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki pernah ditanyakan
    kepada Aisyah Radhiallaahu anha bahwa ada seorang wanita yang memakai
    sandal (model laki-laki-pent), maka berkatalah Aisyah: “Rasullulloh
    Shallallaahu alaihi wa Sallam melaknat wanita yang meniru-niru
    laki-laki.”
    (HR: Abu Dawud).
  • Tidak
    berpegang teguh terhadap Hijab (pakaian wanita muslimah) yang
    disyariatkan. Imam Adz-Dzahabi berkata: “Diantara perbuatan yang
    menyebabkan terlaknatnya wanita adalah menampakkan perhiasan, emas dan
    berlian di balik hijab dan memakai wangi-wangian ketika keluar atau
    memakai pakaian yang mencolok (norak) … Semua itu termasuk tabarruj
    yang dimurkai Allah dan dimurkai pula orang yang melakukannya di dunia
    dan akhirat.”
  • Banyak keluar rumah
    tanpa ada keperluan baik bersama sopir pribadi, naik kendaraan umum
    atau menyetir sendiri seperti yang banyak terjadi dibeberapa negara
    atau berjalan kaki sekalipun jaraknya jauh.
  • Berdesak-desakan
    dengan laki-laki dan bercampur baur dengan mereka di pasar-pasar dan di
    tempat-tempat umum, bahkan sebagian mereka tidak merasa malu untuk
    mengantri di barisan laki-laki ketika menunggu, masuk dan duduk
    diantara laki-laki khususnya di lapangan bisnis.
  • Meninggikan
    suara dalam berbicara dengan laki-laki dengan suara yang keras sehingga
    terdengar dari kejauhan. Padahal tabiat seorang wanita biasanya
    berbicara rendah dan menghindari berbicara dengan laki-laki asing.
  • Meniru
    kebiasaan laki-laki dalam hal berjalan dan beraktifitas, berupa
    berjalan di pasar-pasar atau jalanan seperti berjalannya laki-laki
    dengan gagah menyerupai gerakan laki-laki yang menampakkan kegagahan
    dan kejantanan.
  • Kasar dalam
    bermuamalah dan berakhlak dengan keluarga dan kerabatnya, tidak lembut,
    galak, keras kepala dan tidak menghargai orang lain, semua ini tercela
    bagi laki-laki apalagi bagi wanita?
    Tidak memakai perhiasan yang
    khusus bagi wanita seperti pacar, celak mata, dan yang lainnya sehingga
    menjadi seperti laki-laki dalam bentuk dan penampilan. Aisyah Radhiallaahu anhu berkata: “Ada
    seorang wanita menyodorkan sebuah buku dengan tangannya dari balik
    hijab kepada Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam, beliaupun
    mengambilnya lalu berkata: “Aku tidak tahu apakah ini tangan laki-laki
    ataukah tangan wanita?” Aisyah menjawab: “Tangan wanita.” Beliau
    berkata lagi: “Kalau engkau wanita maka engkau harus merubah
    kuku-kukumu,” maksudnya dengan pacar.”
    (HR: Abu Dawud)
  • Menyerupai
    laki-laki dalam berpenampilan berupa memotong rambut seperti potongan
    rambut laki-laki, memanjangkan kuku, posisi ketika berdiri atau duduk
    dan sebagainya.
  • Melepaskan diri
    dari pengawasan suami atau wali. Dia tidak mau menerima kalau dirinya
    berada di bawah pengaturan suami atau wali dia menginginkan kebebasan
    bertindak secara mutlak tanpa izin atau pengawasan laki-laki yang
    memang bertanggung jawab atas dirinya.
  • Bepergian
    tanpa mahram dengan berbagai alat transportasi dan yang paling masyur
    adalah pesawat terbang. Dia sendirilah yang membeli tiket, pergi ke
    bandara, dan bepergian tanpa mahram yang menyertainya dan melindunginya
    dari orang-orang fasik. Perbuatannya itu telah menyimpang dari diennya
    (agamanya) dan tabiatnya. Rasullulloh Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda, yang artinya:“Janganlah seorang wanita bepergian (safar) kecuali dengan mahramnya.” (muttafaq ‘alaih)
  • Sedikitnya
    rasa malu, seorang wanita tomboy telah tercabut rasa malu dari
    kepribadian dan akhlaknya, ia tak ubahnya seperti pohon bugil tak
    berkulit. Berbicara tentang segala hal, ngobrol dengan setiap orang
    pergi ke berbagai tempat tanpa rasa malu dan akhlak, sebagai mana sabda
    Rasullulloh Shallallaahu alaihi wa Sallam dalam sebuah hadits yang shahih:
    “Sesungguhnya diantara hal yang telah diketahui manusia dari ucapan
    para nabi yang dulu adalah: Kalau kamu tidak merasa malu maka
    bertindaklah semaumu.”

Inilah
beberapa bentuk penyerupaan wanita terhadap laki-laki yang keburukannya
begitu nyata dikalangan para wanita, dan hal ini amat patut disesalkan.
Dari penjelasan di atas bisa kita tarik kesimpulan yang menyeluruh
tentang definisi wanita tomboy yaitu: wanita yang menyerupai laki-laki
dalam hal berpakaian, penampilan, berjalan, berbicara, meninggikan
suara, beraktifitas dan bercampur baur. Atau secara ringkasnya bahwa
seorang wanita dikatakan tomboy kalau dia meniru seperti laki-laki
(padahal yang ia tiru adalah merupakan ciri laki-laki yang bertentangan
dengan kodrat kewanitaannya-pent).

Beberapa sebab seorang
wanita menjadi tomboy Ada beberapa penyebab yang mendorong seorang
wanita menjadi tomboy yang secara umum diantaranya adalah sebagai
berikut:

  • Kurangnya iman dan sedikitnya rasa takut kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala,
    karena terjerumusnya seseorang kepada maksiat baik dosa kecil ataupun
    dosa besar merupakan akibat dari kurangnya iman dan lemahnya perasaan
    merasa diawasi oleh Alloh Azza wa Jalla.
  • Pendidikan
    yang jelek, peribahasa mengatakan bahwa seseorang adalah anak bagi
    lingkungannya. Bila lingkungan tempat dia hidup merupakan lingkungan
    yang shaleh, maka diapun akan shaleh, kalau lingkungannya jelek maka
    diapun akan seperti itu. Seorang anak wanita yang hidup dirumah yang
    semrawut yang kosong dari pendidikan yang baik pada umumnya akan
    menyeret dia kepada berbagai penyimpangan.
  • Pengaruh
    media masa dengan berbagai bentuk dan jenisnya, baik tontonan, yang di
    dengar, ataupun bacaan. Di dalamnya berkembang dan tersebar
    pemikiran-pemikiran sesat dan penyimpangan yang akan menyesatkan para
    wanita dan mendorong mereka untuk melanggar norma agama dan
    prinsip-prinsip kebenaran.
  • Taklid
    buta, dia berpakaian dan berprilaku tanpa memahami dan mengetahui apa
    yang dia lakukan, juga tidak memikirkan manfaat dan madharaat-nya. Dia
    hanya sekedar ikut-ikutan kepada apa yang ada di sekitar dirinya, dari
    kawan-kawannnya dan dari para seniwati (artis atau bintang), sekalipun
    hal itu bertendengan tabiat kewanitaannya.
  • Kawan
    bergaul yang jelek, di antara hal yang tidak diragukan lagi adalah
    kawan bergaul yang mempunyai pengaruh besar dalam pribadi seseorang
    baik positif ataupun negatif. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “Perumpamaan
    kawan bergaul yang saleh dengan kawan bergaul yang jelek seperti orang
    yang menjual minyak wangi dengan peniup pande besi (kiir). Panjual
    minyak wangi mungkin dia akan memberikan kepadamu atau kamu membeli
    darinya, atau kamu bisa mencium harumnya. Adapun peniup pande besi
    mungkin dia bisa membakar pakaianmu atau kamu mencium bau busuk
    darinya.”
    (Muttafaq ‘alaih).
  • Kurang
    percaya diri dan upaya menarik perhatian, sebagian wanita ada yang
    merasa kurang percaya diri dan berupaya menutup kekurangan itu dengan
    cara yang justeru menyeret mereka kepada keburukan yaitu menyerupai
    laki-laki dalam berperilaku, penampailan, pakaian dan sebagainya.
  • Contoh
    yang buruk, contoh (figur) merupakan unsur pendidikan yang terpenting.
    Kadang-kadang seorang ibu berprilaku menyerupai laki-laki lalu di
    contoh oleh anak perempuannya. Umumnya para anak wanita memiliki
    kepribadian karena mencontoh ibu-ibu mereka. Maka seorang ibu yang
    tidak menghargai dan tidak menghormati ayah, pada umumnya anak
    wanitanya pun bertabiat seperti itu yaitu tidak menghargai suami
    mereka. Dan seorang ibu yang kasar nada bicaranya dan selalu keras
    dalam bersuara maka anak wanita-nya pun akan mewarisi sifat ini pula.
  • Tidak
    adanya rasa cemburu dari suami atau walinya, sehingga tidak mencegah
    dia dari penyimpangan dalam masalah hijab dan pakaian dan tidak
    melarangnya dari perilaku tidak layak.

Demikian diantara sebab-sebab terpenting yang dapat menjerumuskan wanita ke dalam sikap meniru kaum laki-laki. Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala menjaga
kita dari segala perbuatan yang menyelisihi syari’atNya serta
membimbing kita semua agar tetap diatas fitrah yang diridhaiNya.

(Sumber Rujukan: Nasyrah Darul Wathan, “Al-Mustarjilah, al-mar’ah al-musyabbihah bir rijal”, Hamud bin Ibrahim As-Sulaim)

none

Klo kita jalan2 ke mall, banyak kita jumpai cewek2 pake pakaian super ketat. Tapi, sebenarnya seeh gak perlu ke mall, wong di sekitar kita juga sering menjumpainya koq. Dan usianya pun beragam, mulai dari yg masih sekolah, kuliah, sampe yg tante2 juga pake yg sama. Nyamankah?? Belum tentu, klo modis, kayaknya seeh mereka bakal kompak menjawab, “Tentu donk”. Tapi benarkah??

Klo kita mau sedikit melakukan penelitian kecil2an, terutama yg menyangkut masalah kenyamanan, kita sering lihat koq. Tidak sedikit bahwa mereka yg pake pakaian super ketat itu justru sering merasa tidak nyaman, terlebih klo di dekatnya ada cowok. Misalnya klo mereka mo naik or turun angkot, pasti tangannya narik kaosnya yg super ketat itu. Atau klo pake rok yg kurang bahan, pasti dia bakal pake tangan atau bukunya buat nutupin. Bisa juga klo belahan lehernya terlalu bawah, pake buku juga buat nutupin. Lantas biasanya saya berpikir, “Apa mereka semua itu munafik??”

Kenapa saya katakan munafik?? Karena di satu sisi mereka kayaknya ngikutin banget trend yg berkembang sekarang, terutama di dunia barat sono.Tapi di sisi lain, mereka tidak sepenuhnya siap mengumbar tubuhnya untuk dinikmati orang lain.

Mungkin bagi cowok, mau diakui atau tidak, yg jelas senang melihat pemandangan seperti itu. Cuman biasanya ada tiga sikap yg bakal dilakukan itu cowok. Pertama, mereka langsung memalingkan muka, terlebih klo sudah paham dan sadar betul tentang agama. Kedua, biasanya tipe yg malu2 kucing. Model gini biasanya curi2 pandang klo ada sedikit pemandangan. Nah, klo yg ketiga ya langsung pelototin aja.

Terlepas dari perbedaan tsb, adalah fitrah bagi laki2 senang melihat yg model gituan. Tapi anehnya, terkesan pameran tapi gak mau dilihat?? Sungguh benar2 munafik.

Ya, kita semua akui klo di jaman yg super edan kayak gini, makin banyak godaan bagi laki2. Klopun si cowok itu sadar, dan berusaha memalingkan muka, eh di arah memalingkan mukapun biasanya ketemu hal serupa. Sungguh berat sekali godaannya. Karena itu, sadarlah wahai wanita, bahwa sesungguhnya engkau adalah menarik, karena itu lindungilah sehingga kau bener2 bagai mutiara yg berharga. Jangan asal ngikutin mode, alih2 modis, justru yg terlihat adalah kesan nudis.

none