Siklus Menstruasi

Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan perdarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saat kehamilan.

Menstruasi yang pertama kali (disebut menarke) paling sering terjadi pada usia 11 tahun, tetapi bisa juga terjadi pada usia 8 tahun atau 16 tahun. Menstruasi merupakan pertanda masa reproduktif pada kehidupan seorang wanita, yang dimulai dari menarke sampai terjadinya menopause.

Hari pertama terjadinya perdarahan dihitung sebagai awal setiap siklus menstruasi (hari ke-1). Siklus berakhir tepat sebelum siklus menstruasi berikutnya. Siklus menstruasi berkisar antara 21-40 hari. Hanya 10-15% wanita yang memiliki siklus 28 hari. Jarak antara siklus yang paling panjang biasanya terjadi sesaat setelah menarke dan sesaat sebelum menopause.

Pada awalnya, siklus mungkin tidak teratur. Jarak antar 2 siklus bisa berlangsung selama 2 bulan atau dalam 1 bulan mungkin terjadi 2 siklus. Hal ini adalah normal, setelah beberapa lama siklus akan menjadi lebih teratur. Siklus dan lamanya menstruasi bisa diketahui dengan membuat catatan pada kalender.

Setiap bulan, setelah hari ke-5 dari siklus menstruasi, endometrium mulai tumbuh dan menebal sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan. Sekitar hari ke-14, terjadi pelepasan telur dari ovarium (ovulasi). Sel telur ini masuk ke dalam salah satu tuba falopii. Di dalam tuba bisa terjadi pembuahan oleh sperma. Jika terjadi pembuahan, sel telur akan masuk ke dalam rahim dan mulai tumbuh menjadi janin.

Pada sekitar hari ke-28, jika tidak terjadi pembuahan, maka endometrium akan dilepaskan dan terjadi perdarahan (siklus menstruasi). Siklus bisa berlangsung selama 3-5 hari, kadang sampai 7 hari. Proses pertumbuhan dan penebalan endometrium kemudian dimulai lagi pada siklus berikutnya.

Siklus menstruasi terbagi menjadi 3 fase:

1. Fase Folikuler

Dimulai dari hari 1 sampai sesaat sebelum kadar LH meningkat dan terjadi pelepasan sel telur (ovulasi). Dinamakan fase folikuler karena pada saat ini terjadi pertumbuhan folikel di dalam ovarium. Pada pertengahan fase folikuler, kadar FSH sedikit meningkat sehingga merangsang pertumbuhan sekitar 3-30 folikel yang masing-masing mengandung 1 sel telur. Tetapi hanya 1 folikel yang terus tumbuh, yang lainnya hancur.

Pada suatu siklus, sebagian endometrium dilepaskan sebagai respon terhadap penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Endometrium terdiri dari 3 lapisan. Lapisan paling atas dan lapisan tengah dilepaskan, sedangkan lapisan dasarnya tetap dipertahankan dan menghasilkan sel-sel baru untuk kembali membentuk kedua lapisan yang telah dilepaskan. Perdarahan menstruasi berlangsung selama 3-7 hari, rata-rata selama 5 hari. Darah yang hilang sebanyak 28-283 gram. Darah menstruasi biasanya tidak membeku kecuali jika perdarahannya sangat hebat.

2. Fase Ovulatoir

Fase ini dimulai ketika kadar LH meningkat dan pada fase ini dilepaskan sel telur. Sel telur biasanya dilepaskan dalam waktu 16-32 jam setelah terjadi peningkatan kadar LH. Folikel yang matang akan menonjol dari permukaan ovarium, akhirnya pecah dan melepaskan sel telur. Pada saat ovulasi ini beberapa wanita merasakan nyeri tumpul pada perut bagian bawahnya; nyeri ini dikenal sebagai mittelschmerz, yang berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam.

3. Fase Luteal

Fase ini terjadi setelah ovulasi dan berlangsung selama sekitar 14 hari. Setelah melepaskan telurnya, folikel yang pecah kembali menutup dan membentuk korpus luteum yang menghasilkan sejumlah besar progesteron.

Progesteron menyebabkan suhu tubuh sedikit meningkat selama fase luteal dan tetap tinggi sampai siklus yang baru dimulai. Peningkatan suhu ini bisa digunakan untuk memperkirakan terjadinya ovulasi.

Setelah 14 hari, korpus luteum akan hancur dan siklus yang baru akan dimulai, kecuali jika terjadi pembuahan. Jika telur dibuahi, korpus luteum mulai menghasilkan HCG (human chorionic gonadotropin). Hormon ini memelihara korpus luteum yang menghasilkan progesteron sampai janin bisa menghasilkan hormonnya sendiri. Tes kehamilan didasarkan kepada adanya peningkatan kadar HCG.

Menopause

Kata menopause berasal dari dua bahasa Yunani yang berarti “bulan” dan “penghentian sementara”. Berdasarkan definisinya, kata menopause itu berarti masa istirahat. Sebenarnya, secara linguitik, istilah yang lebih tepat adalah menocease yang berarti berhentinya masa menstruasi.

Tubuh seorang perempuan memang dipersiapkan bagi kemungkinan melahirkan anak selama jangka waktu sekitar 35 tahun. Selama itu, sekitar 400 butir telur dilepaskan melalui siklus haid. Proses ini kemudian berhenti tanpa bisa kita hindari.

Menopause juga bukanlah peristiwa yang terjadi secara mendadak. Ia merupakan proses yang berlangsung lama, bahkan pada beberapa orang ia dapat berlangsung selama sepuluh tahun. Artinya, meskipun seorang perempuan mengalami haid yang berhenti sama sekali pada usia 50 tahun, misalnya, ia mungkin sudah merasa bahwa siklus haidnya mulai berubah sejak ia berusia 40 tahun. Menstruasi itu benar-benar tidak datang lagi rata-rata seorang perempuan mencapai umur 50 tahun (dengan rentang antara 48 dan 52 tahun). Secara medis seorang perempuan akan dinyatakan sebagai “telah mengalami menopause” jika selama setahun tidak pernah sama sekali haid lagi.

Penyebab Menopause

Pada masa menopause, hormon diproduksi secara tidak teratur karena sedang terjadi penyesuaian keseimbangan pada kelenjar endokrin. Dalam keadaan seimbang, hormon-hormon tersebut akan bekerja sama secara teratur untuk membantu fungsi tubuh. Dalam keadaan berkurangnya salah satu hormon, hormon lain pada kelenjar ini akan ikut terpengaruh. Ketidak tetapan produksi hormon bisa terjadi bukan saja pada indung telur, tapi juga pada payudara, pituitary, thyroid, dan hypothalamus. Hormon estrogen kemudian mengatur persediaan dirinya hingga mencapai suatu tingkatan yang tetap. Beberapa ahli mengatakan bahwa proses ini bisa berlangsung sampai usia 70-an.

Persediaan hormon progesterone akan menciut pada saat hormon ini tidak lagi melakukan fungsinya. Fungsi tersebut adalah untuk menyediakan tempat di dalam rahim bagi telur yang telah dibuahi, atau untuk menghancurkan dinding uterus sehingga menimbulkan perdarahan pada waktu menstruasi. Jadi, jika kita tidak menstruasi, tubuh kita tidak perlu lagi memproduksi hormon progesterone untuk menghancurkan jaringan di dalam rahim. Pengurangan ini merupakan proses yang terjadi secara perlahan-lahan dan diimbangi dengan kadar estrogen yang terus diproduksi meskipun dalam jumlah yang sedikit. Mengingat bahwa hormon progesterone baru muncul pada pertengahan siklus menstruasi, sebenarnya hormon ini tidaklah sepenting hormon estrogen.

Salah satu hal yang istimewa mengenai tubuh perempuan ialah jika salah satu organ melemah maka organ yang lain akan membantu. Itu pula yang terjadi dengan persediaan estrogen perempuan. Ketika indung telur, yang merupakan bagian tubuh yang berhubungan erat dengan produksi estrogen, kehilangan sel-selnya (sama halnya dengan bagian-bagian lain dari tubuh kita sejalan dengan bertambahnya usia) maka kelenjar-kelenjar adrenalin akan mengambil alih sebagaian produksi.

Hubungannya dengan Pernikahan

Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa produksi sel telur pada wanita kurang lebih adalah 400 butir telur. Proses produksi sel telur akan berhenti selama masa kehamilan (sekitar 40 minggu), karena terjadinya proses pembuahan pada sel telur. Dengan asumsi bahwa bahwa menstruasi dimulai pada usia sekitar 11 tahun, ditambah dengan jumlah kelahiran yang banyak pada seorang wanita, secara tidak langsung akan memperpanjang wanita sebelum mengalami masa menopause. Subhanallah.

Sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, terutama tentang mahluknya. Karena itulah Allah berfirman :

Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS An-Nuur, 24:32)

Dari ayat tersebut sangatlah jelas bahwa Allah menganjurkan untuk segera menikah, terlebih bagi wanita. Sebagaimana telah dijelaskan panjang lebar sebelumnya. Karena bagaimanapun juga, pada masa menopause aktifitas sosial agak sedikit terganggu yang mungkin saja bisa mempengaruhi keharmonisan rumah tangga.

Atau juga berdasarkan hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata : “Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Artinya : Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”. [Hadist Riwayat Thabrani dan Hakim].

Atau juga dengan hadist bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras kepada orang yang tidak mau menikah. Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk nikah dan melarang kami membujang dengan larangan yang keras”. Dan beliau bersabda :

“Artinya : Nikahilah perempuan yang banyak anak dan penyayang. Karena aku akan berbanggga dengan banyaknya umatku dihadapan para Nabi kelak di hari kiamat”. [Hadits Riwayat Ahmad dan di shahihkan oleh Ibnu Hibban]

Jelas sekali bahwa selain dianjurkan untuk menyegerakan menikah, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memiliki banyak keturunan.

Namun sayang seribu sayang, banyak wanita di akhir jaman ini yang sering menunda-nunda menikah hanya dengan alasan yang terkadang tidak ilmiah, seperti hendak melanjutkan kuliah dulu, atau masih ingin mencari jati diri, atau bahkan malah disibukkan dengan karir yang jelas-jelas bukan kewajibannya. Sudah begitu, program pemerintah sekuler yang tiada henti-hentinya menggalakkan pembatasan kelahiran tanpa melihat kondisi, apakah itu darurat atau tidak.

Mudah-mudah kita senantiasa berada dalam lindungan-Nya agar selalu istiqomah di jalan-Nya, amin. Wallahu’alam

none

Pagi ini, Bandung begitu cerah (walau biasanya sorenya panasnya minta dingin). Awal yang bagus buat memulai aktifitas hari ini. Dan seperti biasanya, diawali dengan sarapan bubur ayam langganan. Dilanjutkan dengan minum secangkir teh manis (klo lagi gak minum susu).

Padahal, aktifitas minum teh sudah biasa saya lalui dengan biasa-biasa saja. Sambil menunggu otak tune-in, iseng aja cari-cari manfaat teh (masa seeh minum hampir tiap hari gak tau manfaatnya). Diantara manfaat teh adalah:

Memperkuat Gigi & Mencegah Karies pada Gigi

Unsur Flouride ( F ) yang cukup tinggi pada Teh, dapat membantu
dalam mencegah tumbuhnya karies pada gigi serta dapat
memperkuat gigi.

Mengurangi Resiko Keracunan Makanan

Unsur Catechin ( salah satu unsur dalam Polyphenols ), telah
terbukti bahwa unsur tersebut memiliki kemampuan untuk
menghentikan pertumbuhan beberapa bakteri yang menyebabkan
keracunan makanan ( menurut penelitian dari Taiwan dan Jepang ).

Memperkuat Daya Tahan Tubuh

Dengan adanya vitamin C dan vitamin E, maka Teh dapat juga
membantu memperkuat daya tahan tubuh.

Menyegarkan Tubuh

Teh mengandung sejenis kafein yang berbeda dengan kopi, maka Teh
juga dapat merangsang sistem syaraf tubuh kita sehingga pengambilan
oksigen kedalam tubuh lebih lancar.

Mencegah Tekanan Darah Tinggi

Epigallocatechin dan epicatechin gallat yang merupakan varian
dari catechin, tenyata mampu bertindak sebagai inhibitor dari pada
angiotensin trasferase, yaitu enzim penyebab tekanan darah tinggi.
Lebih lanjut dapat pula disimpulkan bahwa dengan kemampuan
catechin untuk mencegah tekanan darah tinggi, mengurangi kadar
kolesterol dalam darah dan menangkal radikal bebas, maka catechin
juga bisa mengurangi resiko penyakit kardiovascular.

Menangkal Kolesterol

Catechin, ternyata juga telah dibuktikan bahwa dapat mengurangi
penimbunan kolesterol dalam darah dan mempercepat pembuangan
kolesterol melalui feces.

Mengoptimalkan Metabolisme Gula

Mangan (Mn), yang terkandung dalam Teh bisa membantu penguraian
gula menjadi energi. Dengan demikian Teh bisa membantu menjaga
kadar gula dalam darah.

Mencegah Pertumbuhan Kanker

Kemampuan Catechin ( salah satu unsur dalam Polyphenols ) dapat
menghambat terjadinya mutasi pada sel -sel tubuh dan menetralisir
radikal bebas.

Dari manfaat-manfaat tersebut, oleh karenanya teh biasa digunakan dalam produksi kosmetik. Di antaranya, untuk lotion; cream antiseptik; produk-produk perawatan rambut macam shampo atau conditioner; perawatan mulut seperti pasta gigi, mouthwash, dan pelindung bibir; deodoran; produk pembersih macam sabun atau pembersih kulit; perawatan tubuh seperti hand & body lotion; perawatan kaki; dan produk-produk pelindung tubuh dari sengatan matahari atau yang diperlukan selama perjalanan.

Wah, ternyata banyak juga manfaat teh, tak kalah khasiatnya dari si teteh :D

none

Bandung, sebuah kota yg sudah lama dikenal dengan kesejukan hawanya (entah itu suhunya maupun kaum hawa :P ). Saya sendiri ,masih ingat betul bagaimana saya melawan dinginnya Bandung tatkala pertama kali tinggal di Bandung. Sampai2 saya merasa sedikit sesak nafas karena tak kuat menahan dinginnya. Itu adalah suasana Bandung 8 tahun silam dimana kondisinya sangat jauh berbeda dengan kondisi sekarang.

Memang seeh, sekarang ini adalah musim kemarau. Tapi tetap saja seperti gak ada perbedaannya dengan daerah2 lainnya. Dan mungkin wajar juga seeh, karena pelebaran jalan, pembangunan mall-mall, pembuatan flying over, dan sejumlah alasan lainnya yg menyebabkan penebahan pohon-pohon yang selama ini menauingi jalan-jalan di Bandung.

Sampai saat ini, cuma Bandung utara saja yg kayaknya masih menyisakan hutan dengan Tahura (Taman Hutan Raya - Dago Pakar). Selebihnya, hampir sudah seperti ibu kota yg katanya lebih kejam dari ibu tiri. Duh, koq bisa jadi seperti ini ya Bandung??

Dari wargamu yg merindukan suasana dulu

none

Bagi sebagian besar pada jomblo yang belum nikah, tentunya ada bermacam-macam harapan tentang calon pendamping hidupnya. Mulai dari yang mengedepankan aspek fisik, entah itu tampan ataupun cantik, dan itu sangatlah manusiawi. Ada juga yang lebih menitik beratkan pada kekayaan yang dimiliki calon pendamping. Atau kadang masih ada juga yang sangat memperhatikan status sosial. Tetapi, agama kita lebih menuntun kita untuk memilih pasangan berdasarkan agamanya.

Dari berbagai perbedaan fokus penilaian di atas, tentunya mesti disesuaikan dengan kondisi kita sendiri, atau dengan kata lain sekufu. Seringkali kita dihadapkan pada kondisi dimana naluri bertentangan dengan kondisi kita. Lalu apa yang mesti dikedepankan??

Apabila kita dihadapkan pada kondisi seperti itu, kita bisa saja pilih yang mana saja. Kalau pilihan jatuh pada opsi pertama (naluri/cinta/kecenderungan), sering kali kita akan disebut pejuang cinta. Mereka sering berargumen bahwa cinta mengalahkan segalanya. Atau juga penjelasan bahwa cinta menerima apa adanya. Mungkin ada benarnya juga, tatkala kondisi kita tidak semata-mata mengedepankan syahwat.

Pilihan lain yang bisa kita pilih adalah mempertimbangkan kondisi kita sendiri. Untuk model seperti ini, biasanya disebut idealis. Padahal, baik pemilih pertama maupun kedua tentunya sama-sama menginginkan yang ideal. Tapi, kenapa pemilih yang kedua yang disebut seperti itu?? Atau dengan pendapat lain yang mengatakan bahwa pemilih model ini termasuk katageri pemilih berkriteria tinggi. Pernahkah kita berpikir tentang kondisi orang yang bersangkutan?? Misalnya saja ketika seseorang berharap mempunyai istri yang pandai memasak, dimana kondisi ekonomi si pria kurang. Diharapkan dengan pandainya istri memasak bisa sedikit “irit” dalam hal pengeluaran. Atau ketika ada seseorang mengharap istrinya tidak bekerja, bisa jadi si pria mengharap agar generasi penerusnya lebih baik karena bimbingan langsung dari si ibu.

Kalau kita kembali kepada tuntunan agama kita, tentunya kita akan mengedepankan masalah agama. Tapi seringkali masalah agama juga dilihat hanya sebelah mata. Bagi mereka yang alergi terhadap agamanya (aneh memang, kenapa dipilih tapi alergi, tanya kenapa??), tentunya masalah agama gak masuk hitungan (kecuali persepsi ideal itu sendiri). Bagi mereka yang biasa disebut aktifis dakwah, secara kasat mata memang terlihat mengedepan faktor agama. Walaupun kalau kita mau telaah secara seksama, kebanyakan dari mereka hanyalah berkutat seputar teoritis semata. Banyak yang secara dakwah (klo bisa dikatakan dakwah), secara teori apalagi praktek dalam pernikahan masih sangatlah prematur.

Diantara mereka yang sering berkecimpung dalam dunia yang mereka anggap dakwah, mereka cenderung kurang memperhatikan dakwah terhadap keluarga sendiri. Padahal penjelasan dalam surat at-Tahrim ayat 6, dimana penekanannya terhadap keluarga dulu. Tapi mereka yang berlabel aktifispun gak ngerti kewajiban mengurus keluarga dengan sunnahnya dakwah di luar. Keluarga “terlantar” dengan alasan dakwah. Dakwah apa yg keluarganya gak keurus?? Apakah Rasul seperti itu?? Dan ini bukan berarti egois. Atau juga yang kurang paham dengan anggapan istri bekerja membantu suami, suami ridlo istrinya bekerja diluar tanpa hijjab yang nyata. Dimana setelah melahirkan, cuman dikasih waktu 3 bulan buat ngurus anak. Ayam aja ngurus anaknya sampe anaknya bisa nyari makan sendiri, koq manusia bisa gitu ya??

Ya, jaman emang sudah aneh, bentar lagi mo kiamat, definisi dakwah makin gak jelas, sampe2 demostrasi aja dianggap dakwah. Ketika ada seseorang yg mencoba mengedepankan keluarga, dianggap gak realistis, terutama karena alasan ekonomis. Semoga kita senantiasa ditunjukkan dan dibersihkan hati oleh Allah ke jalan yang lurus dan benar.

Uneg2 pagi depan kompie

none