Tujuan Penciptaaan makhluk

Ketahuilah wahai saudaraku yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu, bahwasanya Allah azza wa jalla menciptakan alam semesta ini bukanlah karena iseng atau sekedar main-main, akan tetapi Allah menciptakan alam semesta ini dengan tujuan yang pasti yakni untuk menguji siapa diantara hamba-Nya yang pantas untuk memasuki surga yang penuh kenikmatan dan siapa diantara hamba-Nya yang pantas untuk disiksa di neraka. Allah berfirman

?????????????? ???????? ????????????? ??????? ??????????? ????????? ??? ???????????

?Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?? (Al-Mu?minun:115)

Allah juga berfirman

????? ????????? ????????? ??????????? ????? ??????????? ??????????

?Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.? (Al-Anbiyaa:16)

Kemudian Allah menjelaskan tujuan penciptaan kehidupan ini

????????? ??????? ???????? ????????? ?????? ????? ????? ?????? ??????? * ??????? ?????? ????????? ???????????? ?????????????? ????????? ???????? ??????? ?????? ?????????? ??????????

?Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun? (Al-Mulk:1-2)

Fudhail bin ?Iyad menjelaskan bahwa yang paling baik amalnya adalah yang paling ikhlas dan paling benar (sesuai contoh).

Perhatikanlah wahai saudaraku, Allah tidak mengatakan yang paling banyak amalnya! akan tetapi yang paling baik amalnya, sehingga dalam beramal perlu ilmu karena amalan tanpa didasari dengan ilmu itu tidak diterima, selain itu beramal perlu keikhlasan, hanya karena Allah saja.

Allah juga menjelaskan bahwa tujuan penciptaan adalah untuk beribadah kepada-Nya.

????? ???????? ???????? ?????????? ?????? ?????????????

?Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.(Adz-Dzariaat: 56)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata ?Makna ibadah adalah taat kepada Allah dengan menjalankan apa-apa yang diperintahkan-Nya melalui lisan-lisan para rasul?

Beliau menjelaskan lagi bahwa ?Ibadah adalah hal yang mencakup segala perkataan dan perbuatan, baik yang lahir maupun yang bathin yang dicintai dan diridhai Allah

Allah mengirim utusan yang harus ditaati

Allah azza wa jalla tidak membiarkan begitu saja makhluk yang telah diciptakan-Nya, bahkan membimbing mereka dengan diutusnya para rasul yang bertugas untuk menunjukkan jalan kebaikan dan memperingatkan dari jalan-jalan keburukan.

?????? ????????????? ?????????? ???????? ?????????? ????? ????? ??????? ?????? ???? ?????? ???????

?Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. (Faathir: 24)

Taat kepada Rasul berarti juga taat kepada Allah

???? ??? ??????? ?????????? ?????? ?????????????? ???????????? ?????? ?????????? ?????? ??????????? ???????? ??????? ????????

?Katakanlah: ?Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang?.(Ali-Imran: 31)

Rasulullah shalallahu wa?alaihi wa sallam bersabda

?? ???? ?????? ????? ??? ?? ???? ??? : ??? ???? ?? ???? ????? ???: ??? ?????? ??? ????? ??? ????? ??? ?????

?Semua umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan?. Para Sahabat bertanya ?Ya Rasulullah, siapa yang enggan tersebut?? Beliau menjawab ?Barangsiapa yang taat kepadaku, niscaya akan masuk surga dan barang siapa yang mendurhakaiku maka dialah yang telah enggan masuk surga? (HR. Bukhari)

Adakah jalan selain dengan mempelajari Al-Quran dan Hadits, kita dapat memahami apa-apa yang diperintahkan dan dilarang?

Paham tidaknya seseorang tentang Islam merupakan salah satu tanda keselamatan seseorang, dalam sebuah hadits Rasulullah shalallahu wa?alaihi wa sallam bersabda

?? ??? ???? ?? ????? ?????? ?? ?????

Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan membuatnya pandai dalam agamanya (HR. Bukhari dan Muslim)

Apakah kebaikan di dunia itu? Kebaikan di dunia adalah ilmu dan amal shalih. Adapun kebaikan di akhirat adalah surga.

Rasulullah shalallahu wa?alaihi wa sallam menegaskan bahwa amalan yang tidak dicontohkan tidak akan diterima sebagaimana sabdanya

?? ??? ????? ??? ???? ????? ??? ??

?Barangsiapa yang beramal tanpa ada perintahnya, maka amalan tersebut tidak diterima? (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, menuntut ilmu syar?i menjadi kewajiban setiap muslim, yakni ilmu yang apabila seseorang tersebut tidak mengetahuinya dapat terjatuh dalam pelanggaran aturan Allah, apakah berupa melakukan keharaman yang seharusnya dia tinggalkan atau berupa meninggalkan kewajiban yang seharusnya dia laksanakan, yakni ilmu tentang tauhid, aqidah, shalat, wudhu, puasa dan lain sebagainya.

Referensi :

  1. Syarh Tsalatsatil Ushul, Syaikh Utsaimin
  2. Kitabul Ilmi, Syaikh Utsaimin

Perpustakaan Islam

none

Oleh: Syaikh Ali Bin Abdul Khaliq al-Qorny

Ukhti (Saudariku) Muslimah,

Sesungguhnya kebahagiaan itu semuanya ada dalam ketaatan kepada Allah .
Kebahagiaan seluruhnya ada di dalam meniti di atas manhaj (jalan) Allah dan
di jalan Rasulullah, Allah berfirman:

Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah
mendapat kemenangan yang besar. (Al-Ahzab: 71)

Sesungguhnya kesengsaraan (kemalangan) seluruhnya ada dalam kemaksiatan
kepada Allah dan kebinasaan seluruhnya ada pada selain manhaj Allah dan
Rasul-Nya, Allah berfirman:

Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya ia telah
sesat, dengan kesesatan yang nyata. (Al-Ahzab: 36)

Saudariku Muslimah,

Allah telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat kedudukanmu. Tidak ada
ajaran manapun yang lebih tinggi mengangkat derajat wanita selain ajaran
Islam. Bahkan Allah banyak menurunkan hukum-hukum yang khusus berkenaan
dengan masalah wanita di dalam kitab-Nya yang mulia. Sedangkan sebelum
Islam, wanita dijadikan barang dagangan yang murah dan hina, bagaikan
perhiasan yang tidak ada nilainya. Hina di mata walinya, hina di mata
keluarganya, serta dihina kan oleh masyarakat. Oleh karena itu terkadang ia
diperlakukan seperti binatang, bahkan perlakuan mereka terhadap binatang
lebih baik daripada memperlakukan wanita.

Sesungguhnya engkau, wahai saudariku muslimah, tidak akan mendapatkan
kemuliaan kecuali dalam agama ini, maka berpegang teguhlah (dalam agama ini)
dan dengarkanlah firman Allah yang telah menceritakan kisah orang terdahulu,
mestilah engkau selalu mengingatnya agar engkau memuji Allah atas kenikmatan
yang engkau dapatkan.

Allah berfirman:

Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak
perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia
menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang
disampaikan kepadanya. Apakah ia akan memelihara dengan menanggung kehinaan,
ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ketahuilah,
alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. (An-Nahl: 58-59)

Saudariku Muslimah,

Sesungguhnya musuh-musuhmu banyak sekali, dan sesungguhnya orang yang ingin
me manfaatkanmu dalam upaya meruntuhkan agama, rasa malu dan keutamaan
banyak sekali, dan boleh jadi mereka itu dari kalangan kita sendiri.

Salah seorang dari mereka (musuh-musuh Islam) berkata: “Tidaklah keadaan
negeri Timur menjadi makmur melainkan apabila seorang pemudi melepaskan
hijabnya dan membenamkan (menguburkan) Al-Qur’an dengannya!”. Sesungguhnya
dengan hal itu mereka ingin mengeluarkanmu menuju kesengsaraan dan
kebinasaan, mereka mengajakmu menuju neraka Jahanam. Maka jika engkau
menyambut mereka, mereka akan melemparkanmu ke dalamnya. Mereka ingin agar
engkau menjadi wanita durhaka, yang berbuat fasiq dan membuka aurat.

Mereka berusaha menggiringmu. Mereka menunggumu dengan sangat sabar agar
engkau melepaskan abaya (pakaian muslimah) serta melepaskan hijab dengan
segala konsekuensinya, yaitu melepaskan keimanan, rasa malu dan kesucian,
kemudian engkau akan meninggalkan kewajiban-kewajiban lain nya. Pada saat
itu, perbuatanmu tersebut menyenangkan mereka (para musuh), mereka
mempermainkanmu seperti anak-anak bermain dengan bola, dan mereka
mempermainkanmu seperti anjing-anjing bermain-main dengan bangkai, semoga
Allah menjagamu dari mereka.

Saudariku Muslimah,

Buatlah mereka menjadi marah, dengan tidak memperhatikan mereka dan tidak
mendengar kan mereka, buatlah mereka menjadi bersedih dengan keteguhanmu
berpegang pada agama mu, dengan menjaga rasa malumu dan beriltizam
(berpegang teguh) dengan hijabmu.

Saudariku Muslimah,

Sesungguhnya sebagian wanita meggambar kan bahwa sufur adalah membuka muka
wanita saja, tidak…tidak ini saja. Sesungguhnya termasuk sufur adalah
pakaian yang ketat, yang pendek dan yang tipis. Sesungguhnya termasuk sufur
adalah memakai wangi-wangian ketika

keluar menuju tempat-tempat yang di dalamnya ada laki-laki. Sesungguhnya
termasuk sufur adalah memakai pantalon (celana panjang). Apakah engkau tidak
mendengar sabda Nabi :

Dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihat keduanya… (dan beliau
menyebutkan) : Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang, mereka
menyimpang dari jalan yang benar dan memperlihatkan kejelekan mereka kepada
orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring mereka tidak akan
memasuki surga, dan mereka tidak akan mendapatkan bau surga, sesungguhnya
bau surga tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim).

Para ulama berkata: makna para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang
adalah bahwa mereka memakai pakaian akan tetapi pakaian-pakaian itu ketat,
tipis atau tidak menutup seluruh badan.

Saudariku Muslimah,

Agamamu adalah bentengmu yang amat kokoh, (untuk) memelihara kesucian, rasa
malumu dan kemuliaanmu. Agamamu memerintahkanmu untuk berhijab dan memiliki
rasa malu. Kapan saja engkau meninggalkan perintah ini, maka engkau akan
ditimpa adzab Allah di akhirat sedangkan di dunia engkau menjadi mangsa
serigala-serigala manusia yang ingin mencuri kesucianmu agar engkau
merasakan kesusahan (kesedihan) sepanjang hidup. Akan tetapi sebagian akhwat
-semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka- telah mendengar seruan
serigala-serigala itu, tetapi malah bekerja untuk mereka.

Saudariku Muslimah,

Takutlah engkau kepada Allah dan laksanakanlah tugas-tugas yang Dia wajibkan
kepadamu. Apabila hatimu mengeras maka ingatlah bencana yang telah menimpa
orang lain. Engkau tidak tahu kapan bencana itu akan datang kepadamu,
sesungguhnya itu adalah maut yang pasti terjadi.

Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari
kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan
dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia
itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Ali-Imran: 185)

Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari di mana engkau diletakkan dalam
kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala
ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluk dalam keadaan tidak
memakai alas kaki, telanjang dan kebingungan. Matahari benar-benar akan
dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan dipanggil dengan namamu
diantara para makhluk untuk dihisab.

Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah Di mana persiapanmu wahai
wanita yang lalai Apakah mode-mode pakaian akan bermanfaat ketika itu Apakah
lagu, sinetron, film dan majalah-majalah (yang merusak) akan bermanfaat
Apakah barang-barang permata akan bermanfaat

Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun
selamanya. Yang bermanfaat hanyalah kebaikan-kebaikan, dan amal-amal shalih,
setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.

Ingatlah, bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang bercampur baur dengan
laki-laki. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang keluar (rumah) dalam
keadaan memakai wangi-wangian menuju pasar-pasar dan jalan-jalan.
Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang menawarkan dirimu untuk
berkhalwat (menyendiri) dengan laki-laki asing.

Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita
melainkan setan menjadi orang yang ketiga (diantara) keduanya.

Bertaqwalah kepada Allah wahai engaku yang mendidik anak-anakmu dengan
pendidikan yang tidak baik/ benar. Engkau tidak mengingatkan mereka dengan
ketaatan kepada Allah, tidak menasehati mereka dan tidak menunjukkan mereka
pada apa-apa yang dapat memberikan manfaat di dunia dan di akhirat.
Bertaqwalah kepada Allah dan jagalah dirimu dari menjadi barang mainan
orang-orang yang lemah iman. Bertaqwalah kepada Allahdan kembalilah pada
petunjuk sebelum datang suatu hari yang pada hari itu hati-hati dan
pandangan-pandangan (mata) dibalikkan. Ketahuilah bahwa adzab Allah sangat
keras, dan sesungguhnya engkau -demi Allah- tidak akan kuat merasakan adzab
neraka.

Sesungguhnya gunung-gunung jika dilewatkan pada neraka maka dia akan meleleh
karena kuatnya panas neraka. Maka dimana engkau wanita yang lemah
dibandingkan dengan gunung-gunung yang perkasa dan kokoh Sesungguhnya engkau
mampu bersabar atas rasa lapar dan hau, dan engkau mampu bersabar atas
bahaya. Akan tetapi demi Allah yang tidak ada ilah (sesembahan) selain Dia,
tidak ada kesabaran bagimu terhadap neraka. Ingatlah, mka selamatkanlah
dirimu dari neraka sebelum terlambat. Ketahuilah bahwa dunia ini pasti akan
berlalu dan akhirat adalah tempat yang kekal.

Semoga Allah memberimu taufiq kepada apa-apa yang dicintai dan diridhai
oleh-Nya, dan semoga Allah memberikan manfaat kepadamu dari apa-apa yang
engkau dengar dan engkau baca, dan semoga Allah menjadikannya sebagai
pendukung bagimu bukan sebagai bumerang atasmu.

Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad ,
keluarganya dan para sahabatnya seluruhnya.

Maraji’: as-Sunnah edisi 08/ Th V/ 1422H - 2001M

none

Klo kita jalan2 ke mall, banyak kita jumpai cewek2 pake pakaian super ketat. Tapi, sebenarnya seeh gak perlu ke mall, wong di sekitar kita juga sering menjumpainya koq. Dan usianya pun beragam, mulai dari yg masih sekolah, kuliah, sampe yg tante2 juga pake yg sama. Nyamankah?? Belum tentu, klo modis, kayaknya seeh mereka bakal kompak menjawab, “Tentu donk”. Tapi benarkah??

Klo kita mau sedikit melakukan penelitian kecil2an, terutama yg menyangkut masalah kenyamanan, kita sering lihat koq. Tidak sedikit bahwa mereka yg pake pakaian super ketat itu justru sering merasa tidak nyaman, terlebih klo di dekatnya ada cowok. Misalnya klo mereka mo naik or turun angkot, pasti tangannya narik kaosnya yg super ketat itu. Atau klo pake rok yg kurang bahan, pasti dia bakal pake tangan atau bukunya buat nutupin. Bisa juga klo belahan lehernya terlalu bawah, pake buku juga buat nutupin. Lantas biasanya saya berpikir, “Apa mereka semua itu munafik??”

Kenapa saya katakan munafik?? Karena di satu sisi mereka kayaknya ngikutin banget trend yg berkembang sekarang, terutama di dunia barat sono.Tapi di sisi lain, mereka tidak sepenuhnya siap mengumbar tubuhnya untuk dinikmati orang lain.

Mungkin bagi cowok, mau diakui atau tidak, yg jelas senang melihat pemandangan seperti itu. Cuman biasanya ada tiga sikap yg bakal dilakukan itu cowok. Pertama, mereka langsung memalingkan muka, terlebih klo sudah paham dan sadar betul tentang agama. Kedua, biasanya tipe yg malu2 kucing. Model gini biasanya curi2 pandang klo ada sedikit pemandangan. Nah, klo yg ketiga ya langsung pelototin aja.

Terlepas dari perbedaan tsb, adalah fitrah bagi laki2 senang melihat yg model gituan. Tapi anehnya, terkesan pameran tapi gak mau dilihat?? Sungguh benar2 munafik.

Ya, kita semua akui klo di jaman yg super edan kayak gini, makin banyak godaan bagi laki2. Klopun si cowok itu sadar, dan berusaha memalingkan muka, eh di arah memalingkan mukapun biasanya ketemu hal serupa. Sungguh berat sekali godaannya. Karena itu, sadarlah wahai wanita, bahwa sesungguhnya engkau adalah menarik, karena itu lindungilah sehingga kau bener2 bagai mutiara yg berharga. Jangan asal ngikutin mode, alih2 modis, justru yg terlihat adalah kesan nudis.

none

Anak muda jaman sekarang (sebenarnya, masih muda juga koq ) pasti sudah pada kenal dan mungkin sudah pada praktek pacaran. (Wong aku juga pernah koq ). Dan tidak sedikit pula, anak SD pun, sudah mengenal dan mempraktekan hal yg satu ini. Gak tau dari mana mereka tau, cuman kayaknya seeh dari tv. Karena klo kita mau melihat umur, tentunya anak sekecil itu gak semestinya udah tau.

Oke, mungkin tadi cuman prolog. Mari kita coba ulas lebih lanjut. Dan ternyata, klo kita melakukan pacaran, bisa jadi dua2nya rugi, cuman yg paling rugi ya wanita. Oke lah, kita jangan langsung bilang “dosa”, karena sudah barang tentu kita semua sudah tau, cuman biasanya bikin kebanyakan kuping pada panas, klo mendengar kata tsb. Dan emang, sebenarnya diluar “dosa” itu sendiri, masih tersimpan banyak kerugian. Klo dari sisi cowok, tentunya pada saat2 awal penjajakan (alias dalam masa penyergapan ), tentunya banyak keluar modal khan?? Padahal, klo modal itu mau kita alokasikan ke hal2 yg lebih produktif, wah banyak tuh untungnya. Cuman, klo dialokasikan untuk pacaran, mestinya seorang cowok berani ngomong gini (minimal dalam hari), “Siapa lo, istri bukan, saudara bukan, eh banyak mintanya lo”. Cuman mungkin, kebanyakan dari kita mikirnya gini, “Skrg gw keluar modal, nanti lo gw yg balik minta jatah” (Ups! ).

Klo pikiran pertama yg keluar, berarti pikirannya masih sehat dan gak ngeres (klo kotor mah disapu aje ye …). Tapi, klo pikiran kedua yg muncul, disinilah salah satu kerugian yg menimpa cewek. Suatu saat nanti, bisa saja klo si cewek sudah terperangkap (dan klo seorang cewek bener2 mencintai cowoknya, biasanya seeh si cowok sudah punya kartu As <bukan Jempol > ), ya si cowok tinggal narik setoran, wong DP-nya udah duluan koq. Klo si cowok masih rada2 alim seeh, mungkin paling banter cuman pegang2 doank. Tapi ada juga tipe2 malpinas, dimana tampangnya doank yg alim, aksinya busyetttttttt. Apalgi, klo si cowok bener2 agresif dan tipe yg gak mau tau, udah deh. Klo ngapel, sambil bawa balon. Dan yg model gini, sudah bukan dianggap tabu lagi. Apalagi di Jakarta udah ada ATMnya.

Oke, kita lupakan hal tsb sejenak. Biasanya, alasan mereka dalam berpacaran adalah sebagai penjajakan. Masa iya seeh penjajakan? Masa penjajakan gak kenal batas waktu?? Klopun ada jatuh temponya, biasanya klo udah ngerasa bosen. Dan lagi2 korbannya adalah wanita. Karena wanita akan dianggap tidak lebih dari barang dagangan, yg bisa kapan aja dicoba sampe bosen. Klo bener2 penjajakan mah, wong masa percobaan karyawan aja biasanya cuman 3 bulan. Ya, artinya gak selama praktek yg sekarang terjadi. Namanya juga penjajakan, ya buat mengenal doank, dan itupun untuk hal2 yg umum2nya. Lagian, gak jamin juga, klo orang pacarannya lama, lantas nikahnya langgeng.

Nah, dari situ sedikit terkuak deh tujuan dari pacaran, yaitu penjajahan. Penjajahannya bisa dari kedua pihak. Klo dari cewek, ya biar bisa morotin si cowok iinocent. Klo dari sisi cowok, tentunya bisa dikatakan ’suatu bentuk penguasaan’ (weleh2, kayak bahasa hukum ). Coba klo menikah, bisa dimasukkan kategori KDRT, cuman berhubung blom menikah ya gak bisa dituntut atuh. Lagian gak ada pengadilannya koq, wong suka sama suka. Karena itu, cobalah berpikir sehat (jangan kotor bin ngeres ), harus lihat ke depan. Jangan sampe, kita terjebak pacaran hanya untuk tujuan2 diatas. Atau klopun tidak, karena gak mau disebut gak gaul. Emang apa untungnya jadi anak gaul?? (Dulu gw malah jadi bokek, gara2nya gak tajir, selera tinggi ). So, buat para cowok, jangan salah gunakan kekuasaan. Klo buat cewek, ya jangan salah gunakan kepuasan (eh, maksudnya pemuasan ).

Sebuah coretan menunggu maghrib dan hujan

none

Dibalik “Topeng” Muslimah

Akhir2 ini, terkadang kita merasa bangga dengan kondisi saat ini. Banyak sekali muslimah yg makin sadar (setidaknya terkesan sadar) memakai jilbab (atau apa ya namanya??). Hampir di berbagai tempat kita jumpai, wanita2 muslimah pada pake jilbab, entah itu di Mall, Kampus, Pasar, tempat kerja, dll. Semua itu, sedikitnya memberikan sebuah harapan yg besar.

Di sisi lain, pemakaiannya koq tidak diimbangi dengan pengetahuan yg cukup tentang menjaga hijab, dalam hal ini tau konsekuesinya. Tentunya, lebih baik lagi klo ditambah pengetahuan yg cukup tentang agama. Misalnya, tau tentang hukum bersentuhan tangan, ikhtilat, dsb. Tapi, kenyataan di lapangan, koq beda jauh banget. Sampe2 saya sendiri gak bisa langsung respect sama yg pake jilbab, harus lihat2 dulu gitu.
Tidak sedikit yg pake jilbab tapi pacaran, atau bahkan nginep di tempat cowoknya. Dalam hatipun bergumam : “Wah, ada kebo pake kerudung neeh”. Aneh. Saya koq jadi merasa aneh yah, apa mereka gak ngerti, bego, atau gimana?? Klo bodoh, ya sadar diri lah, belajar gitu, wong saya aja masih bodoh koq. Dan anehnya lagi, pandangan kebanyakan kita menganggap bahwa klo udah pake jilbab, langsung dibilang sholehah lah, atau apapun namanya.

Suatu ketika saya ketemu temen2 saya, kebetulan baru beberapa hari setelah lebaran.
Biasalah, kebiasaan di kita khan baru pada minta maaf setelah lebaran. Tak sedikit dari mereka yg pada bawa ceweknya yg pake topeng (baca kerudung). Dan tambah aneh lagi, cewek2 di sana yg pada pake topeng tsb langsung ngajak salaman. Saya hanya angkat tangan di depan dada aja deh. Saya hanya berpikir, mungkin mereka blom paham. Tapi anehnya, koq tiap tahun sama aja yah?? Gitu2 juga?? Bodoh koq dipelihara. Malu2in banget.

Dari kejadian tsb, saya koq kadang jadi berburuk sangka. Jangan2 mereka pake topeng hanya karena gak bisa dandan, atau kurang gaul aja. Biar bagaimanapun juga, gini2 juga pernah gaul gitu lho .., hehe. Dan emang kebanyakan ya emang gitu, yg pada pake topeng hanya karena gak bisa dandan, atau gak biasa gaul biasanya. Karena pas saya ajak diskusi masalah gaul dan tempat2 gaul, pada gak tau tuh …

Lantas, apa kita mesti diam saja?? Terus terang, saya blom bisa nasehatin orang, wong saya sendiri masih banyak yg perlu diberesin. Mungkin, saya hanya bisa berdoa, semoga mereka tambah paham aja deh. Mungkin juga, ada rekan2 yg sanggup, ya silahkan, saya support dengan doa aja deh, maklum imannya masih sangat sangat lemah.

Ada baiknya, kaum wanita merenungi ayat di bawah ini :

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nuur, 24:31)

Mudah2an Allah senantiasa menunjukkan jalan-Nya kepada kita semua selaku hamba-Nya. Amin.

none