Oleh: Syaikh Ali Bin Abdul Khaliq al-Qorny

Ukhti (Saudariku) Muslimah,

Sesungguhnya kebahagiaan itu semuanya ada dalam ketaatan kepada Allah .
Kebahagiaan seluruhnya ada di dalam meniti di atas manhaj (jalan) Allah dan
di jalan Rasulullah, Allah berfirman:

Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah
mendapat kemenangan yang besar. (Al-Ahzab: 71)

Sesungguhnya kesengsaraan (kemalangan) seluruhnya ada dalam kemaksiatan
kepada Allah dan kebinasaan seluruhnya ada pada selain manhaj Allah dan
Rasul-Nya, Allah berfirman:

Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya ia telah
sesat, dengan kesesatan yang nyata. (Al-Ahzab: 36)

Saudariku Muslimah,

Allah telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat kedudukanmu. Tidak ada
ajaran manapun yang lebih tinggi mengangkat derajat wanita selain ajaran
Islam. Bahkan Allah banyak menurunkan hukum-hukum yang khusus berkenaan
dengan masalah wanita di dalam kitab-Nya yang mulia. Sedangkan sebelum
Islam, wanita dijadikan barang dagangan yang murah dan hina, bagaikan
perhiasan yang tidak ada nilainya. Hina di mata walinya, hina di mata
keluarganya, serta dihina kan oleh masyarakat. Oleh karena itu terkadang ia
diperlakukan seperti binatang, bahkan perlakuan mereka terhadap binatang
lebih baik daripada memperlakukan wanita.

Sesungguhnya engkau, wahai saudariku muslimah, tidak akan mendapatkan
kemuliaan kecuali dalam agama ini, maka berpegang teguhlah (dalam agama ini)
dan dengarkanlah firman Allah yang telah menceritakan kisah orang terdahulu,
mestilah engkau selalu mengingatnya agar engkau memuji Allah atas kenikmatan
yang engkau dapatkan.

Allah berfirman:

Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak
perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia
menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang
disampaikan kepadanya. Apakah ia akan memelihara dengan menanggung kehinaan,
ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ketahuilah,
alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. (An-Nahl: 58-59)

Saudariku Muslimah,

Sesungguhnya musuh-musuhmu banyak sekali, dan sesungguhnya orang yang ingin
me manfaatkanmu dalam upaya meruntuhkan agama, rasa malu dan keutamaan
banyak sekali, dan boleh jadi mereka itu dari kalangan kita sendiri.

Salah seorang dari mereka (musuh-musuh Islam) berkata: “Tidaklah keadaan
negeri Timur menjadi makmur melainkan apabila seorang pemudi melepaskan
hijabnya dan membenamkan (menguburkan) Al-Qur’an dengannya!”. Sesungguhnya
dengan hal itu mereka ingin mengeluarkanmu menuju kesengsaraan dan
kebinasaan, mereka mengajakmu menuju neraka Jahanam. Maka jika engkau
menyambut mereka, mereka akan melemparkanmu ke dalamnya. Mereka ingin agar
engkau menjadi wanita durhaka, yang berbuat fasiq dan membuka aurat.

Mereka berusaha menggiringmu. Mereka menunggumu dengan sangat sabar agar
engkau melepaskan abaya (pakaian muslimah) serta melepaskan hijab dengan
segala konsekuensinya, yaitu melepaskan keimanan, rasa malu dan kesucian,
kemudian engkau akan meninggalkan kewajiban-kewajiban lain nya. Pada saat
itu, perbuatanmu tersebut menyenangkan mereka (para musuh), mereka
mempermainkanmu seperti anak-anak bermain dengan bola, dan mereka
mempermainkanmu seperti anjing-anjing bermain-main dengan bangkai, semoga
Allah menjagamu dari mereka.

Saudariku Muslimah,

Buatlah mereka menjadi marah, dengan tidak memperhatikan mereka dan tidak
mendengar kan mereka, buatlah mereka menjadi bersedih dengan keteguhanmu
berpegang pada agama mu, dengan menjaga rasa malumu dan beriltizam
(berpegang teguh) dengan hijabmu.

Saudariku Muslimah,

Sesungguhnya sebagian wanita meggambar kan bahwa sufur adalah membuka muka
wanita saja, tidak…tidak ini saja. Sesungguhnya termasuk sufur adalah
pakaian yang ketat, yang pendek dan yang tipis. Sesungguhnya termasuk sufur
adalah memakai wangi-wangian ketika

keluar menuju tempat-tempat yang di dalamnya ada laki-laki. Sesungguhnya
termasuk sufur adalah memakai pantalon (celana panjang). Apakah engkau tidak
mendengar sabda Nabi :

Dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihat keduanya… (dan beliau
menyebutkan) : Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang, mereka
menyimpang dari jalan yang benar dan memperlihatkan kejelekan mereka kepada
orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring mereka tidak akan
memasuki surga, dan mereka tidak akan mendapatkan bau surga, sesungguhnya
bau surga tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim).

Para ulama berkata: makna para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang
adalah bahwa mereka memakai pakaian akan tetapi pakaian-pakaian itu ketat,
tipis atau tidak menutup seluruh badan.

Saudariku Muslimah,

Agamamu adalah bentengmu yang amat kokoh, (untuk) memelihara kesucian, rasa
malumu dan kemuliaanmu. Agamamu memerintahkanmu untuk berhijab dan memiliki
rasa malu. Kapan saja engkau meninggalkan perintah ini, maka engkau akan
ditimpa adzab Allah di akhirat sedangkan di dunia engkau menjadi mangsa
serigala-serigala manusia yang ingin mencuri kesucianmu agar engkau
merasakan kesusahan (kesedihan) sepanjang hidup. Akan tetapi sebagian akhwat
-semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka- telah mendengar seruan
serigala-serigala itu, tetapi malah bekerja untuk mereka.

Saudariku Muslimah,

Takutlah engkau kepada Allah dan laksanakanlah tugas-tugas yang Dia wajibkan
kepadamu. Apabila hatimu mengeras maka ingatlah bencana yang telah menimpa
orang lain. Engkau tidak tahu kapan bencana itu akan datang kepadamu,
sesungguhnya itu adalah maut yang pasti terjadi.

Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari
kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan
dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia
itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Ali-Imran: 185)

Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari di mana engkau diletakkan dalam
kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala
ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluk dalam keadaan tidak
memakai alas kaki, telanjang dan kebingungan. Matahari benar-benar akan
dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan dipanggil dengan namamu
diantara para makhluk untuk dihisab.

Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah Di mana persiapanmu wahai
wanita yang lalai Apakah mode-mode pakaian akan bermanfaat ketika itu Apakah
lagu, sinetron, film dan majalah-majalah (yang merusak) akan bermanfaat
Apakah barang-barang permata akan bermanfaat

Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun
selamanya. Yang bermanfaat hanyalah kebaikan-kebaikan, dan amal-amal shalih,
setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.

Ingatlah, bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang bercampur baur dengan
laki-laki. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang keluar (rumah) dalam
keadaan memakai wangi-wangian menuju pasar-pasar dan jalan-jalan.
Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang menawarkan dirimu untuk
berkhalwat (menyendiri) dengan laki-laki asing.

Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita
melainkan setan menjadi orang yang ketiga (diantara) keduanya.

Bertaqwalah kepada Allah wahai engaku yang mendidik anak-anakmu dengan
pendidikan yang tidak baik/ benar. Engkau tidak mengingatkan mereka dengan
ketaatan kepada Allah, tidak menasehati mereka dan tidak menunjukkan mereka
pada apa-apa yang dapat memberikan manfaat di dunia dan di akhirat.
Bertaqwalah kepada Allah dan jagalah dirimu dari menjadi barang mainan
orang-orang yang lemah iman. Bertaqwalah kepada Allahdan kembalilah pada
petunjuk sebelum datang suatu hari yang pada hari itu hati-hati dan
pandangan-pandangan (mata) dibalikkan. Ketahuilah bahwa adzab Allah sangat
keras, dan sesungguhnya engkau -demi Allah- tidak akan kuat merasakan adzab
neraka.

Sesungguhnya gunung-gunung jika dilewatkan pada neraka maka dia akan meleleh
karena kuatnya panas neraka. Maka dimana engkau wanita yang lemah
dibandingkan dengan gunung-gunung yang perkasa dan kokoh Sesungguhnya engkau
mampu bersabar atas rasa lapar dan hau, dan engkau mampu bersabar atas
bahaya. Akan tetapi demi Allah yang tidak ada ilah (sesembahan) selain Dia,
tidak ada kesabaran bagimu terhadap neraka. Ingatlah, mka selamatkanlah
dirimu dari neraka sebelum terlambat. Ketahuilah bahwa dunia ini pasti akan
berlalu dan akhirat adalah tempat yang kekal.

Semoga Allah memberimu taufiq kepada apa-apa yang dicintai dan diridhai
oleh-Nya, dan semoga Allah memberikan manfaat kepadamu dari apa-apa yang
engkau dengar dan engkau baca, dan semoga Allah menjadikannya sebagai
pendukung bagimu bukan sebagai bumerang atasmu.

Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad ,
keluarganya dan para sahabatnya seluruhnya.

Maraji’: as-Sunnah edisi 08/ Th V/ 1422H - 2001M

none

MediaMuslim.Info - Akhir-akhir ini telah muncul sekelompok wanita yang menyimpang dari fitrah Alloh Subhanahu wa Ta’ala, padahal Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah
menciptakan manusia di atas fitrah itu. Mereka menunjukkan sifat yang
tidak sesuai dengan tabiat kewanitaan mereka, padahal Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah
menjadikan tabiat tersebut untuk membedakan dengan tabiat laki-laki.
Mereka menyangka bahwa mereka bisa berubah menjadi laki-laki dan
menjunjung dakwah emansipasi wanita yang kebablasan.

Akibatnya sekelompok wanita tersebut banyak menemui
kesulitan dan kesempitan, mereka mengalami problem fisik dan psikis,
menjadi wanita-wanita yang tersisihkan yang dibenci sekaligus menjadi
pelampiasan kemarahan suami dan anak-anak mereka.

Disamping
itu ada ancaman yang amat keras lagi bagi para wanita yang meyimpang
dari fitrah dan kodrat kewanitaan mereka serta menyerupai laki-laki
dalam hal berpakaian, penampilan, akhlak dan tindakan. Dalam sebuah
hadits shahih dari ibnu Abbas Radhiallaahu anhu dia berkata: “Rasululloh
Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melaknat laki-laki yang menyerupai
wanita dan wanita yang berpenampilan seperti laki-laki
” (HR: Al-Bukhari).

Laknat artinya terusir dan dijauhkan dari rahmat Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Hadits lain yang juga diterima dan Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu dia berkata: “Nabi
Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melaknat kaum laki-laki yang
berpenampilan seperti wanita dan wanita yang berpenampilan laki-laki”
(HR:
Al-Bukhari). Wanita yang berpenampilan seperti laki-laki artinya yang
meniru-niru laki-laki dalam berpakaian dan penampilan. Adapun meniru
dalam hal ilmu dan pemikiran maka hal itu terpuji.

Dari Salim Bin Abdullah dari bapaknya, dia berkata: “Telah bersabda Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam: “Ada
tiga golongan manusia yang tidak akan dipandang oleh Alloh Azza Wa
Jalla pada hari kiamat: Orang yang durhaka kepada orang tua, wanita
yang menyerupai laki-laki, dan Dayuts (orang yang tidak punya rasa
cemburu-red)”
(HR: An-Nasai)

Beberapa bentuk penyerupaan wanita terhadap laki-laki
Banyak
sekali bentuk penyerupaan wanita terhadap laki-laki. Masalah ini
tidaklah terbatas hanya dalam hal pakaian saja tetapi mencakup lebih
dari itu, diantara bentuk (penyerupaan) terhadap laki-laki yang sering
dilakukan oleh para wanita adalah:

  • Menyerupai
    laki-laki dalam hal berpakaian berupa memakai pakaian yang persis
    menyerupai pakaian laki-laki dan memakai celana panjang yang pada
    asalnya merupakan pakaian laki-laki dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa “Rasullulloh
    Shallallaahu alaihi wa Sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian
    wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki pernah ditanyakan
    kepada Aisyah Radhiallaahu anha bahwa ada seorang wanita yang memakai
    sandal (model laki-laki-pent), maka berkatalah Aisyah: “Rasullulloh
    Shallallaahu alaihi wa Sallam melaknat wanita yang meniru-niru
    laki-laki.”
    (HR: Abu Dawud).
  • Tidak
    berpegang teguh terhadap Hijab (pakaian wanita muslimah) yang
    disyariatkan. Imam Adz-Dzahabi berkata: “Diantara perbuatan yang
    menyebabkan terlaknatnya wanita adalah menampakkan perhiasan, emas dan
    berlian di balik hijab dan memakai wangi-wangian ketika keluar atau
    memakai pakaian yang mencolok (norak) … Semua itu termasuk tabarruj
    yang dimurkai Allah dan dimurkai pula orang yang melakukannya di dunia
    dan akhirat.”
  • Banyak keluar rumah
    tanpa ada keperluan baik bersama sopir pribadi, naik kendaraan umum
    atau menyetir sendiri seperti yang banyak terjadi dibeberapa negara
    atau berjalan kaki sekalipun jaraknya jauh.
  • Berdesak-desakan
    dengan laki-laki dan bercampur baur dengan mereka di pasar-pasar dan di
    tempat-tempat umum, bahkan sebagian mereka tidak merasa malu untuk
    mengantri di barisan laki-laki ketika menunggu, masuk dan duduk
    diantara laki-laki khususnya di lapangan bisnis.
  • Meninggikan
    suara dalam berbicara dengan laki-laki dengan suara yang keras sehingga
    terdengar dari kejauhan. Padahal tabiat seorang wanita biasanya
    berbicara rendah dan menghindari berbicara dengan laki-laki asing.
  • Meniru
    kebiasaan laki-laki dalam hal berjalan dan beraktifitas, berupa
    berjalan di pasar-pasar atau jalanan seperti berjalannya laki-laki
    dengan gagah menyerupai gerakan laki-laki yang menampakkan kegagahan
    dan kejantanan.
  • Kasar dalam
    bermuamalah dan berakhlak dengan keluarga dan kerabatnya, tidak lembut,
    galak, keras kepala dan tidak menghargai orang lain, semua ini tercela
    bagi laki-laki apalagi bagi wanita?
    Tidak memakai perhiasan yang
    khusus bagi wanita seperti pacar, celak mata, dan yang lainnya sehingga
    menjadi seperti laki-laki dalam bentuk dan penampilan. Aisyah Radhiallaahu anhu berkata: “Ada
    seorang wanita menyodorkan sebuah buku dengan tangannya dari balik
    hijab kepada Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam, beliaupun
    mengambilnya lalu berkata: “Aku tidak tahu apakah ini tangan laki-laki
    ataukah tangan wanita?” Aisyah menjawab: “Tangan wanita.” Beliau
    berkata lagi: “Kalau engkau wanita maka engkau harus merubah
    kuku-kukumu,” maksudnya dengan pacar.”
    (HR: Abu Dawud)
  • Menyerupai
    laki-laki dalam berpenampilan berupa memotong rambut seperti potongan
    rambut laki-laki, memanjangkan kuku, posisi ketika berdiri atau duduk
    dan sebagainya.
  • Melepaskan diri
    dari pengawasan suami atau wali. Dia tidak mau menerima kalau dirinya
    berada di bawah pengaturan suami atau wali dia menginginkan kebebasan
    bertindak secara mutlak tanpa izin atau pengawasan laki-laki yang
    memang bertanggung jawab atas dirinya.
  • Bepergian
    tanpa mahram dengan berbagai alat transportasi dan yang paling masyur
    adalah pesawat terbang. Dia sendirilah yang membeli tiket, pergi ke
    bandara, dan bepergian tanpa mahram yang menyertainya dan melindunginya
    dari orang-orang fasik. Perbuatannya itu telah menyimpang dari diennya
    (agamanya) dan tabiatnya. Rasullulloh Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda, yang artinya:“Janganlah seorang wanita bepergian (safar) kecuali dengan mahramnya.” (muttafaq ‘alaih)
  • Sedikitnya
    rasa malu, seorang wanita tomboy telah tercabut rasa malu dari
    kepribadian dan akhlaknya, ia tak ubahnya seperti pohon bugil tak
    berkulit. Berbicara tentang segala hal, ngobrol dengan setiap orang
    pergi ke berbagai tempat tanpa rasa malu dan akhlak, sebagai mana sabda
    Rasullulloh Shallallaahu alaihi wa Sallam dalam sebuah hadits yang shahih:
    “Sesungguhnya diantara hal yang telah diketahui manusia dari ucapan
    para nabi yang dulu adalah: Kalau kamu tidak merasa malu maka
    bertindaklah semaumu.”

Inilah
beberapa bentuk penyerupaan wanita terhadap laki-laki yang keburukannya
begitu nyata dikalangan para wanita, dan hal ini amat patut disesalkan.
Dari penjelasan di atas bisa kita tarik kesimpulan yang menyeluruh
tentang definisi wanita tomboy yaitu: wanita yang menyerupai laki-laki
dalam hal berpakaian, penampilan, berjalan, berbicara, meninggikan
suara, beraktifitas dan bercampur baur. Atau secara ringkasnya bahwa
seorang wanita dikatakan tomboy kalau dia meniru seperti laki-laki
(padahal yang ia tiru adalah merupakan ciri laki-laki yang bertentangan
dengan kodrat kewanitaannya-pent).

Beberapa sebab seorang
wanita menjadi tomboy Ada beberapa penyebab yang mendorong seorang
wanita menjadi tomboy yang secara umum diantaranya adalah sebagai
berikut:

  • Kurangnya iman dan sedikitnya rasa takut kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala,
    karena terjerumusnya seseorang kepada maksiat baik dosa kecil ataupun
    dosa besar merupakan akibat dari kurangnya iman dan lemahnya perasaan
    merasa diawasi oleh Alloh Azza wa Jalla.
  • Pendidikan
    yang jelek, peribahasa mengatakan bahwa seseorang adalah anak bagi
    lingkungannya. Bila lingkungan tempat dia hidup merupakan lingkungan
    yang shaleh, maka diapun akan shaleh, kalau lingkungannya jelek maka
    diapun akan seperti itu. Seorang anak wanita yang hidup dirumah yang
    semrawut yang kosong dari pendidikan yang baik pada umumnya akan
    menyeret dia kepada berbagai penyimpangan.
  • Pengaruh
    media masa dengan berbagai bentuk dan jenisnya, baik tontonan, yang di
    dengar, ataupun bacaan. Di dalamnya berkembang dan tersebar
    pemikiran-pemikiran sesat dan penyimpangan yang akan menyesatkan para
    wanita dan mendorong mereka untuk melanggar norma agama dan
    prinsip-prinsip kebenaran.
  • Taklid
    buta, dia berpakaian dan berprilaku tanpa memahami dan mengetahui apa
    yang dia lakukan, juga tidak memikirkan manfaat dan madharaat-nya. Dia
    hanya sekedar ikut-ikutan kepada apa yang ada di sekitar dirinya, dari
    kawan-kawannnya dan dari para seniwati (artis atau bintang), sekalipun
    hal itu bertendengan tabiat kewanitaannya.
  • Kawan
    bergaul yang jelek, di antara hal yang tidak diragukan lagi adalah
    kawan bergaul yang mempunyai pengaruh besar dalam pribadi seseorang
    baik positif ataupun negatif. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “Perumpamaan
    kawan bergaul yang saleh dengan kawan bergaul yang jelek seperti orang
    yang menjual minyak wangi dengan peniup pande besi (kiir). Panjual
    minyak wangi mungkin dia akan memberikan kepadamu atau kamu membeli
    darinya, atau kamu bisa mencium harumnya. Adapun peniup pande besi
    mungkin dia bisa membakar pakaianmu atau kamu mencium bau busuk
    darinya.”
    (Muttafaq ‘alaih).
  • Kurang
    percaya diri dan upaya menarik perhatian, sebagian wanita ada yang
    merasa kurang percaya diri dan berupaya menutup kekurangan itu dengan
    cara yang justeru menyeret mereka kepada keburukan yaitu menyerupai
    laki-laki dalam berperilaku, penampailan, pakaian dan sebagainya.
  • Contoh
    yang buruk, contoh (figur) merupakan unsur pendidikan yang terpenting.
    Kadang-kadang seorang ibu berprilaku menyerupai laki-laki lalu di
    contoh oleh anak perempuannya. Umumnya para anak wanita memiliki
    kepribadian karena mencontoh ibu-ibu mereka. Maka seorang ibu yang
    tidak menghargai dan tidak menghormati ayah, pada umumnya anak
    wanitanya pun bertabiat seperti itu yaitu tidak menghargai suami
    mereka. Dan seorang ibu yang kasar nada bicaranya dan selalu keras
    dalam bersuara maka anak wanita-nya pun akan mewarisi sifat ini pula.
  • Tidak
    adanya rasa cemburu dari suami atau walinya, sehingga tidak mencegah
    dia dari penyimpangan dalam masalah hijab dan pakaian dan tidak
    melarangnya dari perilaku tidak layak.

Demikian diantara sebab-sebab terpenting yang dapat menjerumuskan wanita ke dalam sikap meniru kaum laki-laki. Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala menjaga
kita dari segala perbuatan yang menyelisihi syari’atNya serta
membimbing kita semua agar tetap diatas fitrah yang diridhaiNya.

(Sumber Rujukan: Nasyrah Darul Wathan, “Al-Mustarjilah, al-mar’ah al-musyabbihah bir rijal”, Hamud bin Ibrahim As-Sulaim)

none

Bagi sebagian besar pada jomblo yang belum nikah, tentunya ada bermacam-macam harapan tentang calon pendamping hidupnya. Mulai dari yang mengedepankan aspek fisik, entah itu tampan ataupun cantik, dan itu sangatlah manusiawi. Ada juga yang lebih menitik beratkan pada kekayaan yang dimiliki calon pendamping. Atau kadang masih ada juga yang sangat memperhatikan status sosial. Tetapi, agama kita lebih menuntun kita untuk memilih pasangan berdasarkan agamanya.

Dari berbagai perbedaan fokus penilaian di atas, tentunya mesti disesuaikan dengan kondisi kita sendiri, atau dengan kata lain sekufu. Seringkali kita dihadapkan pada kondisi dimana naluri bertentangan dengan kondisi kita. Lalu apa yang mesti dikedepankan??

Apabila kita dihadapkan pada kondisi seperti itu, kita bisa saja pilih yang mana saja. Kalau pilihan jatuh pada opsi pertama (naluri/cinta/kecenderungan), sering kali kita akan disebut pejuang cinta. Mereka sering berargumen bahwa cinta mengalahkan segalanya. Atau juga penjelasan bahwa cinta menerima apa adanya. Mungkin ada benarnya juga, tatkala kondisi kita tidak semata-mata mengedepankan syahwat.

Pilihan lain yang bisa kita pilih adalah mempertimbangkan kondisi kita sendiri. Untuk model seperti ini, biasanya disebut idealis. Padahal, baik pemilih pertama maupun kedua tentunya sama-sama menginginkan yang ideal. Tapi, kenapa pemilih yang kedua yang disebut seperti itu?? Atau dengan pendapat lain yang mengatakan bahwa pemilih model ini termasuk katageri pemilih berkriteria tinggi. Pernahkah kita berpikir tentang kondisi orang yang bersangkutan?? Misalnya saja ketika seseorang berharap mempunyai istri yang pandai memasak, dimana kondisi ekonomi si pria kurang. Diharapkan dengan pandainya istri memasak bisa sedikit “irit” dalam hal pengeluaran. Atau ketika ada seseorang mengharap istrinya tidak bekerja, bisa jadi si pria mengharap agar generasi penerusnya lebih baik karena bimbingan langsung dari si ibu.

Kalau kita kembali kepada tuntunan agama kita, tentunya kita akan mengedepankan masalah agama. Tapi seringkali masalah agama juga dilihat hanya sebelah mata. Bagi mereka yang alergi terhadap agamanya (aneh memang, kenapa dipilih tapi alergi, tanya kenapa??), tentunya masalah agama gak masuk hitungan (kecuali persepsi ideal itu sendiri). Bagi mereka yang biasa disebut aktifis dakwah, secara kasat mata memang terlihat mengedepan faktor agama. Walaupun kalau kita mau telaah secara seksama, kebanyakan dari mereka hanyalah berkutat seputar teoritis semata. Banyak yang secara dakwah (klo bisa dikatakan dakwah), secara teori apalagi praktek dalam pernikahan masih sangatlah prematur.

Diantara mereka yang sering berkecimpung dalam dunia yang mereka anggap dakwah, mereka cenderung kurang memperhatikan dakwah terhadap keluarga sendiri. Padahal penjelasan dalam surat at-Tahrim ayat 6, dimana penekanannya terhadap keluarga dulu. Tapi mereka yang berlabel aktifispun gak ngerti kewajiban mengurus keluarga dengan sunnahnya dakwah di luar. Keluarga “terlantar” dengan alasan dakwah. Dakwah apa yg keluarganya gak keurus?? Apakah Rasul seperti itu?? Dan ini bukan berarti egois. Atau juga yang kurang paham dengan anggapan istri bekerja membantu suami, suami ridlo istrinya bekerja diluar tanpa hijjab yang nyata. Dimana setelah melahirkan, cuman dikasih waktu 3 bulan buat ngurus anak. Ayam aja ngurus anaknya sampe anaknya bisa nyari makan sendiri, koq manusia bisa gitu ya??

Ya, jaman emang sudah aneh, bentar lagi mo kiamat, definisi dakwah makin gak jelas, sampe2 demostrasi aja dianggap dakwah. Ketika ada seseorang yg mencoba mengedepankan keluarga, dianggap gak realistis, terutama karena alasan ekonomis. Semoga kita senantiasa ditunjukkan dan dibersihkan hati oleh Allah ke jalan yang lurus dan benar.

Uneg2 pagi depan kompie

none

Klo kita jalan2 ke mall, banyak kita jumpai cewek2 pake pakaian super ketat. Tapi, sebenarnya seeh gak perlu ke mall, wong di sekitar kita juga sering menjumpainya koq. Dan usianya pun beragam, mulai dari yg masih sekolah, kuliah, sampe yg tante2 juga pake yg sama. Nyamankah?? Belum tentu, klo modis, kayaknya seeh mereka bakal kompak menjawab, “Tentu donk”. Tapi benarkah??

Klo kita mau sedikit melakukan penelitian kecil2an, terutama yg menyangkut masalah kenyamanan, kita sering lihat koq. Tidak sedikit bahwa mereka yg pake pakaian super ketat itu justru sering merasa tidak nyaman, terlebih klo di dekatnya ada cowok. Misalnya klo mereka mo naik or turun angkot, pasti tangannya narik kaosnya yg super ketat itu. Atau klo pake rok yg kurang bahan, pasti dia bakal pake tangan atau bukunya buat nutupin. Bisa juga klo belahan lehernya terlalu bawah, pake buku juga buat nutupin. Lantas biasanya saya berpikir, “Apa mereka semua itu munafik??”

Kenapa saya katakan munafik?? Karena di satu sisi mereka kayaknya ngikutin banget trend yg berkembang sekarang, terutama di dunia barat sono.Tapi di sisi lain, mereka tidak sepenuhnya siap mengumbar tubuhnya untuk dinikmati orang lain.

Mungkin bagi cowok, mau diakui atau tidak, yg jelas senang melihat pemandangan seperti itu. Cuman biasanya ada tiga sikap yg bakal dilakukan itu cowok. Pertama, mereka langsung memalingkan muka, terlebih klo sudah paham dan sadar betul tentang agama. Kedua, biasanya tipe yg malu2 kucing. Model gini biasanya curi2 pandang klo ada sedikit pemandangan. Nah, klo yg ketiga ya langsung pelototin aja.

Terlepas dari perbedaan tsb, adalah fitrah bagi laki2 senang melihat yg model gituan. Tapi anehnya, terkesan pameran tapi gak mau dilihat?? Sungguh benar2 munafik.

Ya, kita semua akui klo di jaman yg super edan kayak gini, makin banyak godaan bagi laki2. Klopun si cowok itu sadar, dan berusaha memalingkan muka, eh di arah memalingkan mukapun biasanya ketemu hal serupa. Sungguh berat sekali godaannya. Karena itu, sadarlah wahai wanita, bahwa sesungguhnya engkau adalah menarik, karena itu lindungilah sehingga kau bener2 bagai mutiara yg berharga. Jangan asal ngikutin mode, alih2 modis, justru yg terlihat adalah kesan nudis.

none

Dibalik “Topeng” Muslimah

Akhir2 ini, terkadang kita merasa bangga dengan kondisi saat ini. Banyak sekali muslimah yg makin sadar (setidaknya terkesan sadar) memakai jilbab (atau apa ya namanya??). Hampir di berbagai tempat kita jumpai, wanita2 muslimah pada pake jilbab, entah itu di Mall, Kampus, Pasar, tempat kerja, dll. Semua itu, sedikitnya memberikan sebuah harapan yg besar.

Di sisi lain, pemakaiannya koq tidak diimbangi dengan pengetahuan yg cukup tentang menjaga hijab, dalam hal ini tau konsekuesinya. Tentunya, lebih baik lagi klo ditambah pengetahuan yg cukup tentang agama. Misalnya, tau tentang hukum bersentuhan tangan, ikhtilat, dsb. Tapi, kenyataan di lapangan, koq beda jauh banget. Sampe2 saya sendiri gak bisa langsung respect sama yg pake jilbab, harus lihat2 dulu gitu.
Tidak sedikit yg pake jilbab tapi pacaran, atau bahkan nginep di tempat cowoknya. Dalam hatipun bergumam : “Wah, ada kebo pake kerudung neeh”. Aneh. Saya koq jadi merasa aneh yah, apa mereka gak ngerti, bego, atau gimana?? Klo bodoh, ya sadar diri lah, belajar gitu, wong saya aja masih bodoh koq. Dan anehnya lagi, pandangan kebanyakan kita menganggap bahwa klo udah pake jilbab, langsung dibilang sholehah lah, atau apapun namanya.

Suatu ketika saya ketemu temen2 saya, kebetulan baru beberapa hari setelah lebaran.
Biasalah, kebiasaan di kita khan baru pada minta maaf setelah lebaran. Tak sedikit dari mereka yg pada bawa ceweknya yg pake topeng (baca kerudung). Dan tambah aneh lagi, cewek2 di sana yg pada pake topeng tsb langsung ngajak salaman. Saya hanya angkat tangan di depan dada aja deh. Saya hanya berpikir, mungkin mereka blom paham. Tapi anehnya, koq tiap tahun sama aja yah?? Gitu2 juga?? Bodoh koq dipelihara. Malu2in banget.

Dari kejadian tsb, saya koq kadang jadi berburuk sangka. Jangan2 mereka pake topeng hanya karena gak bisa dandan, atau kurang gaul aja. Biar bagaimanapun juga, gini2 juga pernah gaul gitu lho .., hehe. Dan emang kebanyakan ya emang gitu, yg pada pake topeng hanya karena gak bisa dandan, atau gak biasa gaul biasanya. Karena pas saya ajak diskusi masalah gaul dan tempat2 gaul, pada gak tau tuh …

Lantas, apa kita mesti diam saja?? Terus terang, saya blom bisa nasehatin orang, wong saya sendiri masih banyak yg perlu diberesin. Mungkin, saya hanya bisa berdoa, semoga mereka tambah paham aja deh. Mungkin juga, ada rekan2 yg sanggup, ya silahkan, saya support dengan doa aja deh, maklum imannya masih sangat sangat lemah.

Ada baiknya, kaum wanita merenungi ayat di bawah ini :

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nuur, 24:31)

Mudah2an Allah senantiasa menunjukkan jalan-Nya kepada kita semua selaku hamba-Nya. Amin.

none