MediaMuslim.Info - Tidak sedikit perempuan kita suka berkelit, menghindari peran dan kewajiban dasar yang dianggapnya sebagai masalah yang melilit. Yang gadis ingin selalu bebas dinamis, buntutnya malas untuk menjadi seorang istri. Giliran jadi istripun tak berhenti bikin sensasi, phobi untuk punya anak. Kalaupun terpaksa punya, cukup terpeleset sekali saja, katanya. Pun tidak mau memberikan ASInya, padahal bagi anak itulah yang paling baik dan enak.

Fenomena itu kini menyeruak di masyarakat bumi, tidak ketinggalan yang disebut nusantara ini. Dalam kehidupan dunia yang semakin global, perang tidak sekedar dengan rudal apalagi dengan pedang. Lewat media massa penjajahan tidak lagi kasat mata. Penjajah yang dijajah bisa satu asa dan satu rasa, sama-sama bangga. Penjajahan budaya, mengalir bersama kucuran dana. Feminisme, salah satu namanya.

Feminisme dijual dengan kemasan perjuangan perempuan, pembebasan wanita. Muncullah jargon  keseteraan jender. Perempuan dan laki-laki tidak beda sama sekali, kecuali pada fungsi reproduksi. Dianggap wajar bila menolak menggunakan hak reproduksinya. Bayangkan jika dianut semua wanita negeri ini, bisa-bisa tingkat kelahiran bayi di negara ini bisa dihitung dengan jari. Mereka membuat opini, seorang wanita yang rela sekedar jadi ibu rumah tangga berarti tidak punya harga. “Karena mau ditindas melakukan pekerjaan hina,“ suara kaum feminis membahana. Mereka seolah telah berjuang untuk wanita, peduli akan nasib golongan putri. Sehingga tak pelak lagi anak remaja kini termakan opini tadi. Ini yang mesti kita para keluarga muslim hadapi dengan bijaksana dan hati-hati.

Tidak bisa dipungkiri laki-laki dan wanita memang berbeda, ini sunnah ketetapan Sang Pencipta. Sempatkah kita memperhatikan jenis burung yang beraneka. Kakaktua paruhnya melengkung, karena makanannya biji-bijian, bukan kangkung. Si pelikan berkantung besar di bawah paruhnya untuk menyimpan ikan sebagai persediaan makanannya. Sang bangau berparuh amat panjang demi membantunnya memangsa ikan dalam air tanpa tenggelam. Subhanallah!

Begitu juga manusia, sejak berupa benih pun punya ciri yang tidak sama. Semakin dewasa kian banyak perbedaannya, tanpa dapat decegah dan dihindari. Otot laki-laki berkembang lebih kuat, organnya pun lebih berat. Bayi perempuan tumbuh dengan organ khas kewanitaan.

Tidak ada artinyakah perbedaan-perbedaan itu? Semua itu bukti adanya perbedaan esensial perempuan dan laki-laki. Dengan teliti dan sangat sempurna, Alloh Subhanahu wa Ta’ala rancang bentuk fisik sesuai dengan tugas masing-masing di sepanjang kehidupannya. Jujur harus diakui, perbedaan peran, tugas serta spesifikasi antara dua jenis kelamin manusia sudah dibawa secara fitrah sejak lahir. Sungguh tidak masuk akal (bagi akal yang sehat dan logis) jika ada yang berkata tak ada pembagian tugas baku antara keduanya, seperti pendapat kaum feminis.

Pembagian peran dan tanggung jawab sosial membawa implikasi pada perbedaan dalam berbagi bidang lain yang terkait dengan kehidupan rumah tangga. Ini yang diperangi para feminis. Berarti feminisme melanggar sunnatullah. Apapun kalau melanggar sunnatullah pasti berakibat pada pergeseran keseimbangan. Timpanglah kehidupan rumah tangga, kehidupan bermasyarakat dan seterusnya. Akhirnya timbul kekacauan.

Marilah disadari, kita –wanita dan pria- memang punya hak sebagai individu. Tapi ada yang tidak boleh dilupa, kita hidup di dunia ini punya misi. Kalau Alloh Subhanahu wa Ta’ala tetapkan laki-laki sebagai begitu juga wanita punya misi sesuai kodratnya. Alloh Subhanahu wa Ta’ala pencipta kita, tentu Dia tahu apa yang terbaik bagi kita.

Pejuang di jalan-Nya akan selalu berhadapan dengan pejuang angkara murka. Marilah kita waspada, jangan jadikan keluarga kita korban feminisme radikal! Wallahu a’lam Bishshowab.

none

Dalam berbagai kesempatan, kita bisa jumpai bahwa rata2 wanita bersuami di jaman sekarang lebih memilih berkarir. Dalam benak sebagian besar orang, bahwa berkarir adalah sebuah pilihan mulia dari seorang wanita karena tidak hanya terlibat dalam urusan rumah tangga, tapi juga bisa mengabdikan diri di masyarakat. Imej yg muncul adalah bahwa wanita karir itu lebih cerdas, bisa memakai rasio, hebat, modern, dan yg pasti tidak membosankan. Dan entah dari mana pandangan seperti ini muncul di kepala sebagian besar pencetak generasi.

Di sisi lain, imej ibu rumah tangga terkadang hanya dilirik sebelah mata, itupun terkadang sambil memicingkan mata. Ibu rumah tangga tidak lagi dianggap profesi, terlebih dianggap profesi mulia. Dia hanyalah dianggap sebatas profesi murahan. Wanita seperti ini biasa dianggap tidak cerdas, terlalu lemah, hanya bisa dipermainkan laki2, atau seabreg pandangan negatif lainnya.

Padahal, klo kita mau teliti lebih lanjut, seorang istri yg berperan sebagai ibu rumah tangga adalah wanita super hebat. Bagaimana tidak, wanita jenis ini bisa memadukan antara akal, otot, sekaligus perasaan. Tak seorangpun akan bilang klo memasak sama mencuci itu gampang. Atau juga mengatur keuangan yg hanya bersumber dari suami itu masalah sepele. Dan juga semuanya akan sepakat klo bersabar di saat anak2 rewel adalah pekerjaan yg teramat sulit. Tapi, apakah dibalik semua itu adalah bentuk dari sikap kesewenang2an laki2?? Terlebih klo ada yg menganggap bahwa itu sebagai bentuk penindasan terhadap wanita. Sungguh sangkaan yg keliru.

Dari sudut pandang Islam, seorang ibu adalah sosok yg paling berhak memelihara anak. Tentunya beban ini tidak asal begitu saja Allah sematkan di tangan para ibu. Allah senantiasa tau betul akan ciptaan-Nya, dimana emang wanitalah yg paling pantas memelihara dan mendidik anak berdasarkan faktor perasaan dan kasih sayang yg dominan dalam diri kaum hawa ini. Sebagai mana firman-Nya dalam surat Al-Qashash ayat 10, bahwa :

Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hati- nya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah). (QS Al-Qashash, 10)

Dari ayat tersebut mengindikasikan bahwa setelah Ibunya Musa menghanyutkannya di sungai Nil, timbul penyesalan yg mendalam karena kekhawatirannya akan keselamatan Musa, dan konon ia hampir berteriak minta tolong untuk mengambil anaknya kembali. Tapi dia sadar bahwa hal itu justru akan membuka rahasia bahwa Musa adalah anaknya, yg pada waktu itu ada perintah pembunuhan terhadap setiap bayi laki2.

Atau juga klo kita baca surat Al Baqarah ayat 233, bahwa kaum ibu hendaknya menyusui anaknya selama 2 tahun, sebagai penyempurnaan penyusuan. Tentunya lagi2 peranan ibu sangat penting dalam mencetak generasi unggul. Dan ajaran Islam sudah sesuai fitrah, karena memang Allah Maha Mengetahui.

Belum lagi, klo kita mau menengok peran ibu rumah tangga dalam mengurusi suaminya. Tentunya akan semakin berat pula tanggung jawab perannya itu. Lantas, kenapa masih dianggap bahwa Ibu Rumah Tangga itu pekerjaan sampingan?? Atau bahkan disebut pekerjaan hina, yg hanya dilakukan oleh wanita yg kurang cerdas dan lemah??

Dengan beratnya beban dan tanggung jawab itu, justru wanita karirlah wanita yg sangat lemah. Hanya bisa berfungsi untuk satu fungsi kerja di kantornya. Dan bahkan, biasanya wanita karir lebih nurut sama Bossnya ketimbang suaminya. Karena pikirnya bahwa Boss-lah yg menggaji, sedangkan suami tidak. Padahal, disamping beban berat yg diembang seorang istri, suami juga dibebani mencari nafkah menurut Islam. Jadi klo ada suami yg menyerah dalam mencari nafkah, tidak ubahnya seperti banci. Seorang suami hendaknya bertanggung jawab, karena memang dari segi fisik Allah ‘melebihkannya’, dan ini sudah sesuai fitrah juga.

Nah, dari paparan di atas, masihkan pekerjaan Ibu Rumah Tangga dianggap hina?? Masihkan dianggap pekerjaan sampingan yg membosankan, yg tidak bernilai apa2?? Klo kita berkata tidak demikian, maka seorang istri hendaknya tidak perlu malu, bahkan mesti bangga klo jadi Ibu Rumah Tangga. Dan suamipun gak perlu minder dengan profesi istrinya. Justru dengan begitu, peran pasangan sesuai dengan fungsinya. Dimana pasangan berarti saling melengkapi yg tidak lengkap, bukan saling menggantikan atau bahkan berlomba saling menjatuhkan. Ibaratnya, sepasang sepatu, tentunya adalah satu sepatu kanan dan satunya lagi kiri. Dalam hal ini, tentunya keduanya berbeda bentuk tapi saling melengkapi. So, sungguh hebat seorang istri yg jadi Ibu Rumah Tangga. Dengan seabreg beban yg dibebankan, masih sanggup pula melayani suami dengan senyuman dan kasih sayang. Berbahagialah suami yg memiliki istri seperti itu. Berdoalah!!

(Repost dari blog sebelumnya http://rizts.blog.m3-access.com/posts/21570_Pekerjaan-Hina-Wanita.html)

15 com

Oleh: Syaikh Ali Bin Abdul Khaliq al-Qorny

Ukhti (Saudariku) Muslimah,

Sesungguhnya kebahagiaan itu semuanya ada dalam ketaatan kepada Allah .
Kebahagiaan seluruhnya ada di dalam meniti di atas manhaj (jalan) Allah dan
di jalan Rasulullah, Allah berfirman:

Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah
mendapat kemenangan yang besar. (Al-Ahzab: 71)

Sesungguhnya kesengsaraan (kemalangan) seluruhnya ada dalam kemaksiatan
kepada Allah dan kebinasaan seluruhnya ada pada selain manhaj Allah dan
Rasul-Nya, Allah berfirman:

Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya ia telah
sesat, dengan kesesatan yang nyata. (Al-Ahzab: 36)

Saudariku Muslimah,

Allah telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat kedudukanmu. Tidak ada
ajaran manapun yang lebih tinggi mengangkat derajat wanita selain ajaran
Islam. Bahkan Allah banyak menurunkan hukum-hukum yang khusus berkenaan
dengan masalah wanita di dalam kitab-Nya yang mulia. Sedangkan sebelum
Islam, wanita dijadikan barang dagangan yang murah dan hina, bagaikan
perhiasan yang tidak ada nilainya. Hina di mata walinya, hina di mata
keluarganya, serta dihina kan oleh masyarakat. Oleh karena itu terkadang ia
diperlakukan seperti binatang, bahkan perlakuan mereka terhadap binatang
lebih baik daripada memperlakukan wanita.

Sesungguhnya engkau, wahai saudariku muslimah, tidak akan mendapatkan
kemuliaan kecuali dalam agama ini, maka berpegang teguhlah (dalam agama ini)
dan dengarkanlah firman Allah yang telah menceritakan kisah orang terdahulu,
mestilah engkau selalu mengingatnya agar engkau memuji Allah atas kenikmatan
yang engkau dapatkan.

Allah berfirman:

Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak
perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia
menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang
disampaikan kepadanya. Apakah ia akan memelihara dengan menanggung kehinaan,
ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ketahuilah,
alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. (An-Nahl: 58-59)

Saudariku Muslimah,

Sesungguhnya musuh-musuhmu banyak sekali, dan sesungguhnya orang yang ingin
me manfaatkanmu dalam upaya meruntuhkan agama, rasa malu dan keutamaan
banyak sekali, dan boleh jadi mereka itu dari kalangan kita sendiri.

Salah seorang dari mereka (musuh-musuh Islam) berkata: “Tidaklah keadaan
negeri Timur menjadi makmur melainkan apabila seorang pemudi melepaskan
hijabnya dan membenamkan (menguburkan) Al-Qur’an dengannya!”. Sesungguhnya
dengan hal itu mereka ingin mengeluarkanmu menuju kesengsaraan dan
kebinasaan, mereka mengajakmu menuju neraka Jahanam. Maka jika engkau
menyambut mereka, mereka akan melemparkanmu ke dalamnya. Mereka ingin agar
engkau menjadi wanita durhaka, yang berbuat fasiq dan membuka aurat.

Mereka berusaha menggiringmu. Mereka menunggumu dengan sangat sabar agar
engkau melepaskan abaya (pakaian muslimah) serta melepaskan hijab dengan
segala konsekuensinya, yaitu melepaskan keimanan, rasa malu dan kesucian,
kemudian engkau akan meninggalkan kewajiban-kewajiban lain nya. Pada saat
itu, perbuatanmu tersebut menyenangkan mereka (para musuh), mereka
mempermainkanmu seperti anak-anak bermain dengan bola, dan mereka
mempermainkanmu seperti anjing-anjing bermain-main dengan bangkai, semoga
Allah menjagamu dari mereka.

Saudariku Muslimah,

Buatlah mereka menjadi marah, dengan tidak memperhatikan mereka dan tidak
mendengar kan mereka, buatlah mereka menjadi bersedih dengan keteguhanmu
berpegang pada agama mu, dengan menjaga rasa malumu dan beriltizam
(berpegang teguh) dengan hijabmu.

Saudariku Muslimah,

Sesungguhnya sebagian wanita meggambar kan bahwa sufur adalah membuka muka
wanita saja, tidak…tidak ini saja. Sesungguhnya termasuk sufur adalah
pakaian yang ketat, yang pendek dan yang tipis. Sesungguhnya termasuk sufur
adalah memakai wangi-wangian ketika

keluar menuju tempat-tempat yang di dalamnya ada laki-laki. Sesungguhnya
termasuk sufur adalah memakai pantalon (celana panjang). Apakah engkau tidak
mendengar sabda Nabi :

Dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihat keduanya… (dan beliau
menyebutkan) : Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang, mereka
menyimpang dari jalan yang benar dan memperlihatkan kejelekan mereka kepada
orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring mereka tidak akan
memasuki surga, dan mereka tidak akan mendapatkan bau surga, sesungguhnya
bau surga tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim).

Para ulama berkata: makna para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang
adalah bahwa mereka memakai pakaian akan tetapi pakaian-pakaian itu ketat,
tipis atau tidak menutup seluruh badan.

Saudariku Muslimah,

Agamamu adalah bentengmu yang amat kokoh, (untuk) memelihara kesucian, rasa
malumu dan kemuliaanmu. Agamamu memerintahkanmu untuk berhijab dan memiliki
rasa malu. Kapan saja engkau meninggalkan perintah ini, maka engkau akan
ditimpa adzab Allah di akhirat sedangkan di dunia engkau menjadi mangsa
serigala-serigala manusia yang ingin mencuri kesucianmu agar engkau
merasakan kesusahan (kesedihan) sepanjang hidup. Akan tetapi sebagian akhwat
-semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka- telah mendengar seruan
serigala-serigala itu, tetapi malah bekerja untuk mereka.

Saudariku Muslimah,

Takutlah engkau kepada Allah dan laksanakanlah tugas-tugas yang Dia wajibkan
kepadamu. Apabila hatimu mengeras maka ingatlah bencana yang telah menimpa
orang lain. Engkau tidak tahu kapan bencana itu akan datang kepadamu,
sesungguhnya itu adalah maut yang pasti terjadi.

Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari
kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan
dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia
itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Ali-Imran: 185)

Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari di mana engkau diletakkan dalam
kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala
ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluk dalam keadaan tidak
memakai alas kaki, telanjang dan kebingungan. Matahari benar-benar akan
dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan dipanggil dengan namamu
diantara para makhluk untuk dihisab.

Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah Di mana persiapanmu wahai
wanita yang lalai Apakah mode-mode pakaian akan bermanfaat ketika itu Apakah
lagu, sinetron, film dan majalah-majalah (yang merusak) akan bermanfaat
Apakah barang-barang permata akan bermanfaat

Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun
selamanya. Yang bermanfaat hanyalah kebaikan-kebaikan, dan amal-amal shalih,
setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.

Ingatlah, bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang bercampur baur dengan
laki-laki. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang keluar (rumah) dalam
keadaan memakai wangi-wangian menuju pasar-pasar dan jalan-jalan.
Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang menawarkan dirimu untuk
berkhalwat (menyendiri) dengan laki-laki asing.

Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita
melainkan setan menjadi orang yang ketiga (diantara) keduanya.

Bertaqwalah kepada Allah wahai engaku yang mendidik anak-anakmu dengan
pendidikan yang tidak baik/ benar. Engkau tidak mengingatkan mereka dengan
ketaatan kepada Allah, tidak menasehati mereka dan tidak menunjukkan mereka
pada apa-apa yang dapat memberikan manfaat di dunia dan di akhirat.
Bertaqwalah kepada Allah dan jagalah dirimu dari menjadi barang mainan
orang-orang yang lemah iman. Bertaqwalah kepada Allahdan kembalilah pada
petunjuk sebelum datang suatu hari yang pada hari itu hati-hati dan
pandangan-pandangan (mata) dibalikkan. Ketahuilah bahwa adzab Allah sangat
keras, dan sesungguhnya engkau -demi Allah- tidak akan kuat merasakan adzab
neraka.

Sesungguhnya gunung-gunung jika dilewatkan pada neraka maka dia akan meleleh
karena kuatnya panas neraka. Maka dimana engkau wanita yang lemah
dibandingkan dengan gunung-gunung yang perkasa dan kokoh Sesungguhnya engkau
mampu bersabar atas rasa lapar dan hau, dan engkau mampu bersabar atas
bahaya. Akan tetapi demi Allah yang tidak ada ilah (sesembahan) selain Dia,
tidak ada kesabaran bagimu terhadap neraka. Ingatlah, mka selamatkanlah
dirimu dari neraka sebelum terlambat. Ketahuilah bahwa dunia ini pasti akan
berlalu dan akhirat adalah tempat yang kekal.

Semoga Allah memberimu taufiq kepada apa-apa yang dicintai dan diridhai
oleh-Nya, dan semoga Allah memberikan manfaat kepadamu dari apa-apa yang
engkau dengar dan engkau baca, dan semoga Allah menjadikannya sebagai
pendukung bagimu bukan sebagai bumerang atasmu.

Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad ,
keluarganya dan para sahabatnya seluruhnya.

Maraji’: as-Sunnah edisi 08/ Th V/ 1422H - 2001M

none

MediaMuslim.Info - Akhir-akhir ini telah muncul sekelompok wanita yang menyimpang dari fitrah Alloh Subhanahu wa Ta’ala, padahal Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah
menciptakan manusia di atas fitrah itu. Mereka menunjukkan sifat yang
tidak sesuai dengan tabiat kewanitaan mereka, padahal Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah
menjadikan tabiat tersebut untuk membedakan dengan tabiat laki-laki.
Mereka menyangka bahwa mereka bisa berubah menjadi laki-laki dan
menjunjung dakwah emansipasi wanita yang kebablasan.

Akibatnya sekelompok wanita tersebut banyak menemui
kesulitan dan kesempitan, mereka mengalami problem fisik dan psikis,
menjadi wanita-wanita yang tersisihkan yang dibenci sekaligus menjadi
pelampiasan kemarahan suami dan anak-anak mereka.

Disamping
itu ada ancaman yang amat keras lagi bagi para wanita yang meyimpang
dari fitrah dan kodrat kewanitaan mereka serta menyerupai laki-laki
dalam hal berpakaian, penampilan, akhlak dan tindakan. Dalam sebuah
hadits shahih dari ibnu Abbas Radhiallaahu anhu dia berkata: “Rasululloh
Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melaknat laki-laki yang menyerupai
wanita dan wanita yang berpenampilan seperti laki-laki
” (HR: Al-Bukhari).

Laknat artinya terusir dan dijauhkan dari rahmat Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Hadits lain yang juga diterima dan Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu dia berkata: “Nabi
Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melaknat kaum laki-laki yang
berpenampilan seperti wanita dan wanita yang berpenampilan laki-laki”
(HR:
Al-Bukhari). Wanita yang berpenampilan seperti laki-laki artinya yang
meniru-niru laki-laki dalam berpakaian dan penampilan. Adapun meniru
dalam hal ilmu dan pemikiran maka hal itu terpuji.

Dari Salim Bin Abdullah dari bapaknya, dia berkata: “Telah bersabda Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam: “Ada
tiga golongan manusia yang tidak akan dipandang oleh Alloh Azza Wa
Jalla pada hari kiamat: Orang yang durhaka kepada orang tua, wanita
yang menyerupai laki-laki, dan Dayuts (orang yang tidak punya rasa
cemburu-red)”
(HR: An-Nasai)

Beberapa bentuk penyerupaan wanita terhadap laki-laki
Banyak
sekali bentuk penyerupaan wanita terhadap laki-laki. Masalah ini
tidaklah terbatas hanya dalam hal pakaian saja tetapi mencakup lebih
dari itu, diantara bentuk (penyerupaan) terhadap laki-laki yang sering
dilakukan oleh para wanita adalah:

  • Menyerupai
    laki-laki dalam hal berpakaian berupa memakai pakaian yang persis
    menyerupai pakaian laki-laki dan memakai celana panjang yang pada
    asalnya merupakan pakaian laki-laki dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa “Rasullulloh
    Shallallaahu alaihi wa Sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian
    wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki pernah ditanyakan
    kepada Aisyah Radhiallaahu anha bahwa ada seorang wanita yang memakai
    sandal (model laki-laki-pent), maka berkatalah Aisyah: “Rasullulloh
    Shallallaahu alaihi wa Sallam melaknat wanita yang meniru-niru
    laki-laki.”
    (HR: Abu Dawud).
  • Tidak
    berpegang teguh terhadap Hijab (pakaian wanita muslimah) yang
    disyariatkan. Imam Adz-Dzahabi berkata: “Diantara perbuatan yang
    menyebabkan terlaknatnya wanita adalah menampakkan perhiasan, emas dan
    berlian di balik hijab dan memakai wangi-wangian ketika keluar atau
    memakai pakaian yang mencolok (norak) … Semua itu termasuk tabarruj
    yang dimurkai Allah dan dimurkai pula orang yang melakukannya di dunia
    dan akhirat.”
  • Banyak keluar rumah
    tanpa ada keperluan baik bersama sopir pribadi, naik kendaraan umum
    atau menyetir sendiri seperti yang banyak terjadi dibeberapa negara
    atau berjalan kaki sekalipun jaraknya jauh.
  • Berdesak-desakan
    dengan laki-laki dan bercampur baur dengan mereka di pasar-pasar dan di
    tempat-tempat umum, bahkan sebagian mereka tidak merasa malu untuk
    mengantri di barisan laki-laki ketika menunggu, masuk dan duduk
    diantara laki-laki khususnya di lapangan bisnis.
  • Meninggikan
    suara dalam berbicara dengan laki-laki dengan suara yang keras sehingga
    terdengar dari kejauhan. Padahal tabiat seorang wanita biasanya
    berbicara rendah dan menghindari berbicara dengan laki-laki asing.
  • Meniru
    kebiasaan laki-laki dalam hal berjalan dan beraktifitas, berupa
    berjalan di pasar-pasar atau jalanan seperti berjalannya laki-laki
    dengan gagah menyerupai gerakan laki-laki yang menampakkan kegagahan
    dan kejantanan.
  • Kasar dalam
    bermuamalah dan berakhlak dengan keluarga dan kerabatnya, tidak lembut,
    galak, keras kepala dan tidak menghargai orang lain, semua ini tercela
    bagi laki-laki apalagi bagi wanita?
    Tidak memakai perhiasan yang
    khusus bagi wanita seperti pacar, celak mata, dan yang lainnya sehingga
    menjadi seperti laki-laki dalam bentuk dan penampilan. Aisyah Radhiallaahu anhu berkata: “Ada
    seorang wanita menyodorkan sebuah buku dengan tangannya dari balik
    hijab kepada Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam, beliaupun
    mengambilnya lalu berkata: “Aku tidak tahu apakah ini tangan laki-laki
    ataukah tangan wanita?” Aisyah menjawab: “Tangan wanita.” Beliau
    berkata lagi: “Kalau engkau wanita maka engkau harus merubah
    kuku-kukumu,” maksudnya dengan pacar.”
    (HR: Abu Dawud)
  • Menyerupai
    laki-laki dalam berpenampilan berupa memotong rambut seperti potongan
    rambut laki-laki, memanjangkan kuku, posisi ketika berdiri atau duduk
    dan sebagainya.
  • Melepaskan diri
    dari pengawasan suami atau wali. Dia tidak mau menerima kalau dirinya
    berada di bawah pengaturan suami atau wali dia menginginkan kebebasan
    bertindak secara mutlak tanpa izin atau pengawasan laki-laki yang
    memang bertanggung jawab atas dirinya.
  • Bepergian
    tanpa mahram dengan berbagai alat transportasi dan yang paling masyur
    adalah pesawat terbang. Dia sendirilah yang membeli tiket, pergi ke
    bandara, dan bepergian tanpa mahram yang menyertainya dan melindunginya
    dari orang-orang fasik. Perbuatannya itu telah menyimpang dari diennya
    (agamanya) dan tabiatnya. Rasullulloh Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda, yang artinya:“Janganlah seorang wanita bepergian (safar) kecuali dengan mahramnya.” (muttafaq ‘alaih)
  • Sedikitnya
    rasa malu, seorang wanita tomboy telah tercabut rasa malu dari
    kepribadian dan akhlaknya, ia tak ubahnya seperti pohon bugil tak
    berkulit. Berbicara tentang segala hal, ngobrol dengan setiap orang
    pergi ke berbagai tempat tanpa rasa malu dan akhlak, sebagai mana sabda
    Rasullulloh Shallallaahu alaihi wa Sallam dalam sebuah hadits yang shahih:
    “Sesungguhnya diantara hal yang telah diketahui manusia dari ucapan
    para nabi yang dulu adalah: Kalau kamu tidak merasa malu maka
    bertindaklah semaumu.”

Inilah
beberapa bentuk penyerupaan wanita terhadap laki-laki yang keburukannya
begitu nyata dikalangan para wanita, dan hal ini amat patut disesalkan.
Dari penjelasan di atas bisa kita tarik kesimpulan yang menyeluruh
tentang definisi wanita tomboy yaitu: wanita yang menyerupai laki-laki
dalam hal berpakaian, penampilan, berjalan, berbicara, meninggikan
suara, beraktifitas dan bercampur baur. Atau secara ringkasnya bahwa
seorang wanita dikatakan tomboy kalau dia meniru seperti laki-laki
(padahal yang ia tiru adalah merupakan ciri laki-laki yang bertentangan
dengan kodrat kewanitaannya-pent).

Beberapa sebab seorang
wanita menjadi tomboy Ada beberapa penyebab yang mendorong seorang
wanita menjadi tomboy yang secara umum diantaranya adalah sebagai
berikut:

  • Kurangnya iman dan sedikitnya rasa takut kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala,
    karena terjerumusnya seseorang kepada maksiat baik dosa kecil ataupun
    dosa besar merupakan akibat dari kurangnya iman dan lemahnya perasaan
    merasa diawasi oleh Alloh Azza wa Jalla.
  • Pendidikan
    yang jelek, peribahasa mengatakan bahwa seseorang adalah anak bagi
    lingkungannya. Bila lingkungan tempat dia hidup merupakan lingkungan
    yang shaleh, maka diapun akan shaleh, kalau lingkungannya jelek maka
    diapun akan seperti itu. Seorang anak wanita yang hidup dirumah yang
    semrawut yang kosong dari pendidikan yang baik pada umumnya akan
    menyeret dia kepada berbagai penyimpangan.
  • Pengaruh
    media masa dengan berbagai bentuk dan jenisnya, baik tontonan, yang di
    dengar, ataupun bacaan. Di dalamnya berkembang dan tersebar
    pemikiran-pemikiran sesat dan penyimpangan yang akan menyesatkan para
    wanita dan mendorong mereka untuk melanggar norma agama dan
    prinsip-prinsip kebenaran.
  • Taklid
    buta, dia berpakaian dan berprilaku tanpa memahami dan mengetahui apa
    yang dia lakukan, juga tidak memikirkan manfaat dan madharaat-nya. Dia
    hanya sekedar ikut-ikutan kepada apa yang ada di sekitar dirinya, dari
    kawan-kawannnya dan dari para seniwati (artis atau bintang), sekalipun
    hal itu bertendengan tabiat kewanitaannya.
  • Kawan
    bergaul yang jelek, di antara hal yang tidak diragukan lagi adalah
    kawan bergaul yang mempunyai pengaruh besar dalam pribadi seseorang
    baik positif ataupun negatif. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “Perumpamaan
    kawan bergaul yang saleh dengan kawan bergaul yang jelek seperti orang
    yang menjual minyak wangi dengan peniup pande besi (kiir). Panjual
    minyak wangi mungkin dia akan memberikan kepadamu atau kamu membeli
    darinya, atau kamu bisa mencium harumnya. Adapun peniup pande besi
    mungkin dia bisa membakar pakaianmu atau kamu mencium bau busuk
    darinya.”
    (Muttafaq ‘alaih).
  • Kurang
    percaya diri dan upaya menarik perhatian, sebagian wanita ada yang
    merasa kurang percaya diri dan berupaya menutup kekurangan itu dengan
    cara yang justeru menyeret mereka kepada keburukan yaitu menyerupai
    laki-laki dalam berperilaku, penampailan, pakaian dan sebagainya.
  • Contoh
    yang buruk, contoh (figur) merupakan unsur pendidikan yang terpenting.
    Kadang-kadang seorang ibu berprilaku menyerupai laki-laki lalu di
    contoh oleh anak perempuannya. Umumnya para anak wanita memiliki
    kepribadian karena mencontoh ibu-ibu mereka. Maka seorang ibu yang
    tidak menghargai dan tidak menghormati ayah, pada umumnya anak
    wanitanya pun bertabiat seperti itu yaitu tidak menghargai suami
    mereka. Dan seorang ibu yang kasar nada bicaranya dan selalu keras
    dalam bersuara maka anak wanita-nya pun akan mewarisi sifat ini pula.
  • Tidak
    adanya rasa cemburu dari suami atau walinya, sehingga tidak mencegah
    dia dari penyimpangan dalam masalah hijab dan pakaian dan tidak
    melarangnya dari perilaku tidak layak.

Demikian diantara sebab-sebab terpenting yang dapat menjerumuskan wanita ke dalam sikap meniru kaum laki-laki. Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala menjaga
kita dari segala perbuatan yang menyelisihi syari’atNya serta
membimbing kita semua agar tetap diatas fitrah yang diridhaiNya.

(Sumber Rujukan: Nasyrah Darul Wathan, “Al-Mustarjilah, al-mar’ah al-musyabbihah bir rijal”, Hamud bin Ibrahim As-Sulaim)

none

Klo kita jalan2 ke mall, banyak kita jumpai cewek2 pake pakaian super ketat. Tapi, sebenarnya seeh gak perlu ke mall, wong di sekitar kita juga sering menjumpainya koq. Dan usianya pun beragam, mulai dari yg masih sekolah, kuliah, sampe yg tante2 juga pake yg sama. Nyamankah?? Belum tentu, klo modis, kayaknya seeh mereka bakal kompak menjawab, “Tentu donk”. Tapi benarkah??

Klo kita mau sedikit melakukan penelitian kecil2an, terutama yg menyangkut masalah kenyamanan, kita sering lihat koq. Tidak sedikit bahwa mereka yg pake pakaian super ketat itu justru sering merasa tidak nyaman, terlebih klo di dekatnya ada cowok. Misalnya klo mereka mo naik or turun angkot, pasti tangannya narik kaosnya yg super ketat itu. Atau klo pake rok yg kurang bahan, pasti dia bakal pake tangan atau bukunya buat nutupin. Bisa juga klo belahan lehernya terlalu bawah, pake buku juga buat nutupin. Lantas biasanya saya berpikir, “Apa mereka semua itu munafik??”

Kenapa saya katakan munafik?? Karena di satu sisi mereka kayaknya ngikutin banget trend yg berkembang sekarang, terutama di dunia barat sono.Tapi di sisi lain, mereka tidak sepenuhnya siap mengumbar tubuhnya untuk dinikmati orang lain.

Mungkin bagi cowok, mau diakui atau tidak, yg jelas senang melihat pemandangan seperti itu. Cuman biasanya ada tiga sikap yg bakal dilakukan itu cowok. Pertama, mereka langsung memalingkan muka, terlebih klo sudah paham dan sadar betul tentang agama. Kedua, biasanya tipe yg malu2 kucing. Model gini biasanya curi2 pandang klo ada sedikit pemandangan. Nah, klo yg ketiga ya langsung pelototin aja.

Terlepas dari perbedaan tsb, adalah fitrah bagi laki2 senang melihat yg model gituan. Tapi anehnya, terkesan pameran tapi gak mau dilihat?? Sungguh benar2 munafik.

Ya, kita semua akui klo di jaman yg super edan kayak gini, makin banyak godaan bagi laki2. Klopun si cowok itu sadar, dan berusaha memalingkan muka, eh di arah memalingkan mukapun biasanya ketemu hal serupa. Sungguh berat sekali godaannya. Karena itu, sadarlah wahai wanita, bahwa sesungguhnya engkau adalah menarik, karena itu lindungilah sehingga kau bener2 bagai mutiara yg berharga. Jangan asal ngikutin mode, alih2 modis, justru yg terlihat adalah kesan nudis.

none