Penulis : MHM
“Sungguh pada (diri) Rasulullah itu terdapat suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab:21)

Firman Allah di dalam Al Quran surah al-Ahzab ayat 21 tersebut memberitahukan bahwa idola setiap Muslim (termasuk remajanya) adalah Nabi Muhammad SAW. Sebab beliau merupakan panutan yang sempurna (uswatun hasanah). Remaja Muslim di Indonesia seharusnya mempelajari sejarah hidup panutan
umat ini, agar dapat mengidolakannya.

Tetapi sayang, sebagian besar remaja yang beragama Islam di Indonesia tidak menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai idola mereka tetapi justru para public figure, selebritis yang pada umumnya hidup serba glamour dan berhura-hura.

Sebagai contoh, ketika KH Fakhruddin HS (tokoh dan pemuka Islam, Ketua Umum PP Muhammadiyah) meninggal, meninggal pula Nike Ardilla, selebritis remaja yang sedang naik daun pada waktu itu, media massa baik di ibukota
maupun daerah sedikit saja memberitakan meninggalnya ulama dan tokoh Islam itu, sebaliknya berita tentang meninggalnya Nike Ardilla memenuhi haiaman Koran, tabloid, majalah serta tayangan di televisi. Salah satu
penyebabnya mungkin karena Nike Ardilla merupakan idola kaum remaja, termasuk yang beragama Islam.

Contoh lain lagi, setelah API (Akademi Fantasi Indonesia) sukses, pemenangnya langsung menjadi idola
remaja, dalam hal ini Fery dan Mawar. Tak selang lama, muncul pula Indonesian Idol yang melahirkan idolalain, yaitu Delon dan Joy. Tak ketinggalan, KDI (Kontes Dangdut Indonesia) melahirkan pula idola lain, di antaranya Aan dan Siti.

Makin Kabur

Program-program sejenis pun bermunculan dalam berbagai bentuk dan variasi. Tak hanya di bidang tarik suara, bisnis ini juga merambah ke dunia modeling dan akting. Anak-anak remaja (termasuk yang beragama Islam) pun “digarap”.
Misalnya lewat acara API Junior dan Bintang Cilik.

Demam “acara mencetak idola” itu tak sekadar menyedot perhatian remaja, tetapi juga para orang tua. Walhasil, semuanya ramai-ramai menikmati sajian yang membuat mereka mengidolakan bintang-bintang hasil remakaya televisi. Sebagai bukti dukungan, mereka mengirim SMS ke masing-masing idola. Hasilnya, sekitar 5 juta SMS yang dikirim untuk API 1 dan 8 jutaan untuk API II. Siapa dalam hal ini yang beruntung? Tentu perusahaan telepon seluler dan mitra usahanya.

Jangan heran jika seorang ABG mencoba bunuh diri, hanya gara-gara hobinya nonton API atau sejenis dihalangi kakaknya yang ingin menonton acara lain, Jutaan pemirsa rela duduk serius di rumah menonton tayangan yang membius itu. Yang melihat secara langsung, tua muda dan bocah cilik, histeris dan bergoyang sambil bernyanyi. Ketika proses eliminasi berlangsung, air mata pun menetes di mana-mana.

Berbeda dengan para remaja pada zaman Nabi. Air mata mereka menetes ketika membaca ayat-ayat Al Quran yang berisi wa’id fancaman azab neraka). Karena hati belum terisi iman yang substansial, maka remaja menjadi haus idola yang sekuler, yang lebih menampilkan aspek-aspek fisik seperti keren, gagah, ganteng atau cantik. Penonton dibuat terpesona dan rela mengirim SMS sebanyak-banyaknya, hanya agar idola mereka menang. Besoknya, remaja kebanjiran idola, yang sayangnya, terpilih bukan karena kualitas kepribadian atau keteladanan, melainkan hanya
karena mendapatkan respons via SMS paling banyak.

Antara Tuntunan dan Tontonan

Di sisi lain, sosok-sosok yang menampilkan keteladanan begitu langka. Figur-figur tertentu yang seharusnya menjadi teladan, nyatanya lebih tampak sebagai selebritis. Lebih menjadi tontonan di panggung ketimbang tuntunan dalam kehidupan sehah-hari, Maka kaum remaja perlu memahami hakikat idola dan teladan. Keduanya seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Orang yang tak patut diteladani, pasti tak layak dijadikan idola. Pertanyaannya kemudian, mau dibawa ke mana remaja umat ini? Siapa yang bertanggung jawab terhadap nasib umat yang, sadar atau tidak, perlahan makin terperosok ke jurang kehancuran? Mengapa orang lebih suka mencetak idola daripada keteladanan?

Dibutuhkan langkah-langkah cepat dan segera untuk menyelamatkan umat dari salah memilih figur. Hasilnya memang tak bisa dinikmati dalam waktu dekat. Menghadirkan sosok-sosok panutan jauh lebih sulit. Seperti halnya merusak jauh lebih mudah ketimbang membangun, Melahirkan figur teladan lebih banyak tantangan dan kendalanya. Kondisi ini pulalah yang hendaknya makin mendorong kesungguhan dan keseriusan dalam menggarap proyek-proyek keumatan, yang salah satunya adalah mencetak sosok-sosok teladan.

Analoginya sederhana. Kalau para pengusung kemungkaran sangat serius melakoni pekerjaan mereka, lantas mengapa kita yang bekerja pada proyek kebajikan begitu malas dan asal-asalan? Padahal, makin giat musuh umat menebar maksiat, mestinya kita makin giat menebar makruf secara konkret di tengah masyarakat.

Banjir idola hura-hura tetapi kering keteladanan membuat generasi muda kita kian lemah di berbagai lini. Lemah iman, lemah hati, lemah akhlak, lemah kemauan dan lemah kreativltas. Hasilnya lihat saja. Banyak remaja yang ingin cepat terkenal dan jadi idola, meski untuk itu rambu-rambu akhlak pun ditabrak!

Tak Berputus Asa

Betapa pun, kita punya Rasulullah SAW yang menjadi teladan sepanjang zaman. Bukan hanya umat Islam yang mengidolakannya, Banyak cendekiawan yang meskipun tidak memeluk Islam menyanjung Muhammad SAW laiknya idola. Michael H Hart, seorang penulis Barat, bahkan menempatkan Muhammad sebagai sosok yang paling mempengaruhi sejarah dan peradaban dunia.

Terdapat juga banyak sahabat Rasulullah ridhwanullahi ‘alaihim yang berjuang menegakkan kebenaran.

Jejak perjuangan mereka terekam indah dalam sirah (biografi). Sayangnya, buku-buku sirah yang banyak memuat contoh hidup indah dan berkualitas dari Rasulullah SAW dan para sahabat tak begitu diminati. Ulama yang merupakan pewaris para Nabi tak begitu laris diikuti.

Namun demikian, kita tak boleh berputus asa. Upaya membina remaja agar mengidolakan Nabi-Muhammad SAW harus tetap dilakukan. Caranya, intensifkan kembali pembinaan terhadap bocah-bocah dan ABG. Baik yang ada di sekolah, di rfjma’h dan di sekitar kita. Termasuk remaja yang pendidikannya terlantar, baik oleh kemiskinan ataupun oleh orangtua mereka yang kelewat sibuk sehingga lalai dari tanggungjawab mendidik anak sendiri.

none

MediaMuslim.Info - Mereka sangat
cangat cantik, memiliki suara-suara yang indah dan berakhlaq yang
mulia. Mereka mengenakan pakaian yang paling bagus dan siapapun yang
membicarakan diri mereka pasti akan digelitik kerinduan kepada mereka,
seakan-akan dia sudah melihat secara langsung bidadari-bidadari itu.
Siapapun ingin bertemu dengan mereka, ingin bersama mereka dan ingin
hidup bersama mereka.

Semuanya itu adalah anugrah dari Alloh Subhanahu wa Ta?ala yang memberikan sifat-sifat terindah kepada mereka, yaitu bidadari-bidadari surga. Alloh Subhanahu wa Ta?ala mensifati wanita-wanita penghuni surga sebagai kawa’ib, jama’ dari ka’ib
yang artinya gadis-gadis remaja. Yang memiliki bentuk tubuh
yang merupakan bentuk wanita yang paling indah dan pas untuk
gadis-gadis remaja. Alloh Subhanahu wa Ta?ala mensifati mereka sebagai bidadari-bidadari, karena kulit mereka yang indah dan putih bersih. Aisyah RadhiAllohu anha pernah berkata: “warna putih adalah separoh keindahan”

Bangsa Arab biasa menyanjung wanita dengan warna puith. Seorang penyair berkata:

Kulitnya putih bersih gairahnya tiada diragukan
laksana kijang Makkah yang tidak boleh dijadikan buruan
dia menjadi perhatian karena perkataannya lembut
Islam menghalanginya untuk mengucapkan perkataan jahat

Al-’In jama’ dari aina’,
artinya wanita yang matanya lebar, yang berwarna hitam sangat hitam,
dan yang berwarna puith sangat putih, bulu matanya panjang dan hitam.
Alloh Subhanahu wa Ta?ala mensifati mereka sebagai
bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik, yaitu wanita yang
menghimpun semua pesona lahir dan batin. Ciptaan dan akhlaknya
sempurna, akhlaknya baik dan wajahnya cantk menawan. Alloh Subhanahu wa Ta?ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang suci. Firman Alloh Subhanahu wa Ta?ala, yang artinya: “Dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci.” (QS: Al-Baqarah: 25)

Makna dari
Firman diatas adalah mereka suci, tidak pernah haid, tidak buang air
kecil dan besar serta tidak kentut. Mereka tidak diusik dengan
urusan-urusan wanita yang menggangu seperti yang terjadi di dunia.
Batin mereka juga suci, tidak cemburu, tidak menyakiti dan tidak jahat.
Alloh Subhanahu wa Ta?ala juga mensifati mereka sebagai
wanita-wanita yang dipingit di dalam rumah. Artinya mereka hanya
berhias dan bersolek untuk suaminya. Bahkan mereka tidak pernah keluar
dari rumah suaminya, tidak melayani kecuali suaminya. Alloh Subhanahu wa Ta?ala juga
mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang tidak liar pandangannya.
Sifat ini lebih sempurna lagi. Oleh karena itu bidadari yang seperti
ini diperuntukkan bagi para penghuni dua surga yang tertinggi. Diantara
wanita memang ada yang tidak mau memandang suaminya dengan pandangan
yang liar, karena cinta dan keridhaanyya, dan dia juga tidak mau
memamndang kepada laki-laki selain suaminya, sebagaimana yang dikatakan
dalam sebuah syair: Ku tak mau pandanganmu liar ke sekitar jika kau ingin cinta kita selalu mekar.
Di
samping keadaan mereka yang dipingit di dalam rumah dan tidak liar
pandangannnya, mereka juga merupakan wanita-wanita gadis, bergairah
penuh cinta dan sebaya umurnya. Aisyah RadhiAllohu anha, pernah bertanya kepad Rasululloh Shallallahu?alaihi wasallam, yang artinya: “Wahai Rasululloh Shallallahu?alaihi wasallam,
andaikata engkau melewati rerumputan yang pernah dijadikan tempat
menggembala dan rerumputan yang belum pernah dijadikan tempat
menggambala, maka dimanakah engkau menempatkan onta gembalamu?” Beliau
menjawab,”Di tempat yang belum dijadikan tempat gembalaan.”
(Ditakhrij Muslim) Dengan kata lain, beliau tidak pernah menikahi perawan selain dari Aisyah.
Rasululloh Shallallahu?alaihi wasallam bertanya kepada Jabir yang menikahi seorang janda, yang artinya: “Mengapa tidak engkau nikahi wanita gadis agar engkau bisa mencandainya dan ia pun mencandaimu?” (Diriwayatkan Asy-Syaikhany)

Sifat bidadari penghuni surga yang lain adalah Al-’Urub, jama’ dari al-arub,
artinya mencerminkan rupa yang lemah lembut, sikap yang luwes,
perlakuan yang baik terhadap suami dan penuh cinta. Ucapan, tingkah
laku dan gerak-geriknya serba halus.

Al-Bukhary berkata di dalam Shahihnya, “Al-’Urub, jama’ dari tirbin. Jika dikatakan, Fulan tirbiyyun”,
artinya Fulan berumur sebaya dengan orang yang dimaksudkan. Jadi mereka
itu sebaya umurnya, sama-sama masih muda, tidak terlalu muda dan tidak
pula tua. Usia mereka adalah usia remaja. Alloh Subhanahu wa Ta?ala menyerupakan mereka dengan mutiara yang terpendam, dengan telur yang terjaga, seperti Yaqut dan Marjan.
Mutiara diambil kebeningan, kecemerlangan dan kehalusan sentuhannya.
Putih telor yang tersembunyi adalah sesuatu yang tidak pernah dipegang
oleh tangan manusia, berwarna puith kekuning-kuningan. Berbeda dengan
putih murni yang tidak ada warna kuning atau merehnya. Yaqut dan Marjan diambil keindahan warnanya dan kebeningannya.

Semoga
para wanita-wanita di dunia ini mampu memperoleh kedudukan untuk
menjadi Bidadari-Bidadari yang lebih mulia dari Bidadari-Bidadari yang
tidak pernah hidup di dunia ini. Wallahu A’lam

(Sumber Rujukan:
Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin [Taman Orang-orang Jatuh
Cinta dan Memendam Rindu], karya Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah)

none

April Mop

Pada tanggal 1 April orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop, yang hanya berlaku pada tanggal 1 April, adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orang tua, saudara, atau sejenisnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop.

Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.

Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.

Tahukah anda, bahwa perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu, sesungguhnya berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan ???

April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487, atau bertepatan dengan 892 H. Sejak dibebaskan Islam pada abad ke- 8M oleh Panglima Thariq bin Ziyad,Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur.

Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Got dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur’an, namun bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol. Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al-Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai Pasukan Salib . Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.

Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan . Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granadadan berlayar meninggalkan Spanyol.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai
pasukan Salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka.

Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya. Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bias berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara Salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib segara membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat Kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.

Wahai saudara-saudariku sesama Muslim, sampai hatikah Anda semua merayakan April Mop sekarang ini, setelah mengetahui apa yang sebenarnya melatarbelakangi perayaan yang diadakan dunia Barat setiap tanggal 1 April itu ???
Semoga membuka mata hati kita & Allah SWT akan menjadi saksi bagi kita semua. Amin.

Al-Baqarah ( 2 ) : 120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Al-Maidah ( 5 ) : 51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa
diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Dari milis tetangga

none

Islam adalah agama yang memadukan antara otak dan hati. Keduanya saling terkait, walaupun kedukukan hati, dalam hal ini iman lebih kuat. Karena sesungguhnya, dimana suatu keadaan tidak bisa dilogikakan, pada hakekatnya bukan tidak bisa, tapi otak manusia jaman sekarang masih belum mampu. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an Surat Thoha ayat 110: “Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.”

Begitu eratnya kaitan antara iman dan akal, sehingga selama ilmu tersebut tidak bertentangan dengan keyakinan kita, hendaklah kita mempelajarinya.

Adapun di jaman sekarang, terutama di Indonesia, kedudukan ilmu sama sekali tidak dihargai. fakta ini terlihat dari dukungan pemerintah maupun media massa. Misalnya saja, bagaimana berita tentang siswa Indonesia yg menjadi juara di olimpiade Fisika, serta sikap pemerintah terhadap siswa berprestasi tersebut. Bandingkan dengan fenomena macam AFI, Indonesian Idol, dan sebangsanya, yang oleh para artis sekalipun dianggap kontes karbitan. Dan yang tambah aneh, umat Islam seakan tau mau ketinggalan untuk mengadakan kontes-kontes semacam itu. Mana ada hapidz karbitan, atau da’i karbitan, atau segala macam tektek bengek karbitan. Baca Al-Qur’an parameternya ta’at dan ikhlas. Begitu pula ceramah sebagai dakwah, bukan didasarkan pada pujian dan dukungan SMS. Tapi, begitulah faktanya, bahwa akhir-akhir ini hal semacam itu adalah sebuah prestasi yang besar dan membanggakan bagi pemenangnya. Kenapa kita tidak bertanya, sumbangan apa dari kontes-kontes semacam itu demi kemajuan sebuah peradaban? Apakah internet lahir dari kontes-kontes semacam itu? Atau mungkin satelit dikembangkan dari lomba murahan tersebut? Tidak sama sekali. Hal semacam itu tidak ada berpengaruh banyak para kemajuan sebuah peradaban.

Kalau kita cermati, di abad ini Islam masih terpuruk, dalam berbagai aspek. Mulai dari aspek ekonomi, politik, iptek, dan sebagainya. Peradaban Islam akan maju kalau dibarengi dengan kemajuan di berbagai aspek tersebut, tentunya dibarengi landasan keimanan dan ketaqwaan yang kuat. Dana dalam hal ini, kita coba titik beratkan pada iptek, tanpa bermaksud menganggap sepele aspek lain. Tapi, aspek ini sangatlah urgent. Sudah saatnya kita merenung kembali, bahwa kemajuan suatu peradaban lahir dari kemajuan ilmu pengetahuan. Mari kita hargai otak kita, sebagai anugerah Allah, dengan menggunakannya sesuai kehendak-Nya. Wallahu’alam

none