Wanita mempunyai kedudukan yg sangat tinggi dalam Islam, karena dialah sekolah pertama dalam membangun masyarakat shalih selama dia berjalan sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Rasulullah SAW bersabda : Aku tinggalkan pada kamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selagi kamu berpegang teguh kepadanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah NabiNya (Diriwayatkan Imam Malik)

Pentingnya peran wanita sebagai istri (dalam Al-Qur’an)

Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya ; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepada Ku-lah kamu kembali (Luqman, 31:14)

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan (Al-Ahqaf, 46:15)

Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW, seraya berkata : Ya Rasulullah, siapa manusia yang lebih berhak untuk saya pergauli dengan baik ? Jawab Nabi, “Ibumu”. Ia bertanya lagi, Lalu siapa? Jawab beliau, “Ibumu”, Ia bertanya lagi, Lalu siapa? Jawab beliau, “Ibumu”, Ia bertanya lagi, Lalu siapa lagi ? Beliau jawab “Ayahmu”. (HR. Imam Bukhari)

Pengaruhnya terhadap jiwa laki-laki :

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang (Ar-Rum, 30:21)

Ibnu Katsir di dalam tafsirnya tentang mawadah wa rahmah mengatakan : Mawaddah adalah rasa cinta dan Rahmah adalah rasa kasih sayang, karena sesungguhnya seorang laki-laki hidup bersama istrinya adalah karena cinta kepadanya atau karena kasih dan sayang kepadanya, agar mendapat anak keturunan darinya.

Sesungguhnya ada pelajaran yang sangat berharga dari Khadijah RA dimana beliau mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentramkan rasa takut yang dialami Rasulullah SAW ketika Malaikat Jibril turun kepadanya dengan membawa wahyu di goa Hira untuk pertama kalinya. Rasulullah SAW datang kepada Khadijah dalam keadaan seluruh persendiannya gemetar, seraya bersabda.

Artinya : Selimuti aku! Selimuti aku! Sungguh aku mengkhawatirkan diriku Maka Khadijah berkata : Tidak. Demi Allah, Allah tidak akan membuatmu menjadi hina sama sekali, karena engkau selalu menjalin hubungan silaturahmi, menanggung beban, memberikan bantuan kepada orang yang tak punya, memuliakan tamu dan memberikan pertolongan kepada orang yang berada di pihak yang benar (Muttafaq Alaih)

Kita juga tidak lupa peran Aisyah RA dimana para tokoh sahabat Nabi banyak mengambil hadits-hadits dari beliau, dan begitu pula kaum wanita banyak belajar kepadanya tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan mereka. Dan belum lama, yaitu pada zaman Imam Muhammad bin Sa’ud rahimahullah, beliau dinasehati oleh istrinya agar mau menerima dakwah tokoh pembaharu, yaitu Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, ketika Syaikh Muhammad menawarkan dakwah kepadanya. Nasehat sang istri mempunyai pengaruh yang begitu besar sehingga terjadi kesepakatan di antara mereka berdua untuk memperbaharui dakwah dan menyebar luaskannya, (yang hingga kini) kita merasakan pengaruhnya dalam penegakkan Aqidah kepada penduduk Jazirah Arab.

?Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikurniakan Allah
kepada sebahagian kamu, lebih banyak dari sebahagian yang lain
(Kerana) bagi orang lelaki ada bahagian dari apa yang mereka
usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang
mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebahagian dari
kurniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.? (Surat An-Nisaa, 4:32)

?Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang
lelaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsabangsa
dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah
ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.? (Surat Al-Hujurat, 49:13)

?Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian
mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka
menyuruh (mengerjakan) yang ma?ruf, mencegah dari yang mungkar,
mendirikan solat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah
dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah;
sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.?(Surat At-taubah, 9:71)

?Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang
beriman untuk mengadakan janji setia, bahawa mereka tidak akan
mempersekutukan sesuatu pun dengan Allah; tidak akan mencuri,
tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan
berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka
dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah
janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk
mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.?(Surah al-Mumtahanah 60:12)

Kaum wanita amat aktif pada zaman Rasulullah dan Aisyah pernah
berkata; ?Alat pemintal di tangan wanita lebih baik daripada tombak
di tangan kaum lelaki.? Dalam satu riwayat lain, Rasulullah pernah
mengatakan: ?Sebaik-baik permainan seorang Muslimah di dalam
rumahnya adalah memintal/menenun.?

Rasulullah s.a.w telah bersabda yang bermaksud: ?Janganlah kamu menjadi orang yang tidak mempunyai pendirian dan berkata, ?Aku ikut saja seperti orang-orang itu. Jika mereka baik, aku pun baik; jika mereka jahat, aku pun jadi jahat.? Tetapi teguhkan hatimu dengan keputusan bahawa jika orang-orang melakukan kebaikan, maka aku akan mengerjakannya; dan jika orang melakukan kejahatan, maka aku tidak akan mengerjakannya.?

Apakah peran Ibu itu peran yg hina??
Atau klopun tidak, apa peranan sebagai Ibu itu mudah, sehingga bisa disambi pekerjaan lain yg sebenarnya bukan kewajiban utama??

Wallahu’alam

none